Home >> Berita Jatim >> Niat Basmi Kutu Rambut, Orangnya Sendiri yang Keracunan
ilustrasi: membasmi kutu rambut

Niat Basmi Kutu Rambut, Orangnya Sendiri yang Keracunan

Beritalamongan.com – Gatal di kulit kepala selain disebabkan oleh ketombe ternyata juga bisa disebabkan oleh kutu rambut. Kalau sudah menderita gatal akibat kutu rambut yang satu ini sampo anti ketombe pun tidak akan mempan. Untuk mengusirnya atau bahkan membasminya ada beberapa cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan obat khusus kutu rambut. Ingat obat khusus kutu rambut bukan obat yang lain ya. Jangan sampai coba – coba menggunakan obat yang lain, sebab bukanya kutunya yang mati tetpai bisa – bisa malah orangnya sendiri yang keracunan.

Kasus tersebut seperti yang dialami oleh puluhan santriwati yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Anna Sihin, Pamekasan, Jawa Timur. Niat hati ingin mengobati kutu di kepala mereka, para santriwati cantik ini malah keracunan.

Menurut penuturan Ustad Kurdi, kejadian bermula saat 29 santriwati itu ingin mengobati kutu rambut yang ada di kepalanya. Mereka sepakat kemudian iuran untuk membeli obat pembasmi kutu. Setelah uang terkumpul bukanya obat kutu rambut yang mereka beli malah mereka membeli racun serangga.

“setelah uang terkumpul, salah satu santriwati kemudian membeli obat serangga di sebuah toko,” kata ustad Kurdi.

Mereka memang sengaja beli obat serangga sebab mereka percaya obat itu ampuh untuk membasmi kutu – kutu di kepala mereka. Setelah mendapatkan obat serangga tersebut, mereka kemudian mencobanya di dalam kamar mereka. Tak lama setelah itu, bukanya reaksi positif tetapi malah gejala keracunan yang mereka rasakan. Para santriwati mulai merasa pusing dan mual – mual setelah menghirup obat serangga yang mereka gunakan untuk obati kutu rambutnya. Bahkan beberapa ada yang sampi muntah. 29 santriwati itu kemudian segera dilarikan ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan untuk mendapatkan pertolongan.

“keluhan mual, pusing hingga muntah yang dialami oleh para santriwati. Kami kemudian membawa mereka ke Puskesmas dan RSUD Pamekasan untuk mendapatkan pertolongan,” tambahnya.

Dari 29 santriwati yang keracunan, sebagian besar sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang. Hanya ada tiga orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Pamekasan.

Leave a Reply