Home >> Berita Jatim >> Membuat SIM Palsu, Sopir Truk ini Terancam 8 Tahun Penjara

Membuat SIM Palsu, Sopir Truk ini Terancam 8 Tahun Penjara

Beritalamongan.com – Ada – ada saja ulah sopir truk yang bernama Amri Kusuma Wardana, warga Desa Purworejo, Kecamatan Suruh, Semarang, lantaran tidak memiliki SIM dan ingin mendapatkan pekerjaan, dia nekat membuat SIM asli tapi palsu (aspal). Tersangka yang saat itu tengah mengendarai truknya terpaksa dihentikan oleh petugas karena awalnya pria 36 tahun ini kedapatan mengemudi tanpa mengenakan sabuk pengaman.

Petugas kemudian melakukan pengecekan surat – surat termasuk SIM yang dimiliki tersangka. Di saat itulah, petugas menaruh curiga dengan SIM yang ditunjukan karena terlihat berbeda dengan SIM yang asli dan tidak sesuai dengan pemiliknya.

Menduga tersangka menggunakan SIM palsu, tersangka kemudian digiring oleh petugas ke Polres Ngawi utnuk penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, SIM yang digunakan tersangka ternyata adalah SIM palsu. Kepada petugas, tersangka mengaku membuat SIM palsu tersebut rencananya tidak akan digunakan untuk mengemudi tetapi hanya digunakan untuk melengkapi persyartan melamar pekerjaan sebagai sopir.

“SIM asli tersebut rencananya tidak digunakan untuk mengemudi tetapi hanya digunakan untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan sebagai sopir,” ungkap Kanit Sat Reskrim Polres Ngawi, Iptu Muryadi.

Cara yang digunakan oleh tersangka dalam membuat SIM palsu ini cukup sederhana. SIM palsu tersebut dibuat dengan cara melakukan scan terhadap SIM asli milik temanya. Setelah itu, tersangka menempelkan hasil scan SIM tersebut ke kertas karton.

Tentu SIM palsu hasil Scan tersebut tidak memiliki hologram keluaran Satpas Salatiga seperti yang ada pada SIM yang asli.

“pada SIM palsu tidak terdapat hologram keluaran Satpas Salatiga seperti yang tertera pada SIM asli,” jelasnya.

Meskipun pembuatan SIM palsu dilakukan dengan dalih apa pun namun atas perbuatanya tersebut, tersangka akan terjerat Pasal 264 Ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan surat dan dokumen dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara.

Itulah ganjaran yang harus diterima oleh tersangka, niat hati ingin melamar pekerjaan namun karena persyaratan melamar dilakukan dengan cara memalsukan SIM, bukan pekerjaan yang bisa dia dapatkan tetapi dinginya ruangan di balik jeruji besi yang harus ia rasakan.

Leave a Reply