Home >> Nasional >> Kekeringan, Petani Jual Bongkahan Tanah
petani menjual bongkahan tanah dari sawah

Kekeringan, Petani Jual Bongkahan Tanah

Beritalamongan.com – kekeringan akibat musim kemarau panjang membuat sebagian besar petani tidak bisa menanam di lahan mereka. Sumber air dan saluran irigasi pun tidak bisa diandalkan untuk membantu mengairi sawah mereka. Seperti yang dialami oleh sebagain besar petani yang ada di wilayah Lendah dan Galur, Kulonprogo, Yogyakarata.

Ketika musim kemarau tiba, petani di Kulonprogo biasanya menanami lahan mereka dengan tanaman palawija. Namun kondisi tanah yang terlampau kering membuat hasil panen pun tidak sesuai harapan.

“saya sempat menanam kedelai tetapi karena kondisi tanahnya terlalu kering hasil panen pun tidak bisa memuaskan,” kata Sukarman, salah satu petani Kulonprogo.

Posisi lahan pertanian yang lebih tinggi dari pada saluran irigasi membuat kekeringan lahan semakin parah. selain itu, debit air di saluran irigasi juga sudah mulai berkurang sehingga lahan yang sudah terlalu kering tidak lagi produktif.

Untuk mengatasi posisi tanah yang lebih tinggi dari irigasi tersebut, banyak petani yang mengeruk sawah mereka. Bongkahan – bongkahan tanah dari pengerukan terlihat berserakan di mana – mana. Bongkahan – bongkahan tersebut ternyata tidak dibuang percuma sebab mereka ternyata juga menjual bongkahan tanah tersebut.

“bongkahan tanah ini kemudian dijual. Banyak juga yang mencari bongkahan tanah di sini,” kata Sukarman.

Sukarman menambahkan, pada musim kemarau seperti sekarang ini banyak orang yang datang untuk membeli bongkahan tanah dari petani. Bongkahan tanah tersebut dibeli digunakan untuk mengurug lahan pembangunan rumah. Biasanya rumah yang dibangun dengan pondasi yang tinggi, sangat membutuhkan tanah tambahan untuk mengisi areal di dalam pondasi rumah.

Menurut Saryanto, salah satu pembeli bongkahan tanah, permintaan bongkahan tanah dari areal persawahan di musim kemarau mengalami peningkatan. Bongkahan tanah dari lahan pertanian tersebut dihargai mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per bak mobil pick up.

Menjual bongkahan tanah bisa menjadi alternative lain untuk tetap menyambung hidup yang mana pada musim kemarau ini penghasilan petani terputus akibat tidak bisa menanami lahan mereka. Meski tidak terlalu mahal, namun dengan menjual bongkahan tanah petani bisa mendapatkan rupiah untuk kebutuhan sehari – hari.

Leave a Reply