Home >> Lamongan >> Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Lamongan Puso
ilustrasi Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Lamongan Puso

Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Lamongan Puso

Beritalamongan.com – kekeringan yang melanda negeri ini hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Dampak dari kekeringan ini tentu sangat dirasa oleh para petani. Mereka yang seharusnya sudah memasuki musim tanam menjadi tidak bisa mendapatkan pasokan air untuk kembali berladang. Begitu dengan nasib tanaman yang telah tumbuh, di saat sangat membutuhkan air untuk berkembang dan berbuah menjadi layu bahkan tidak bisa bertahan hidup. Seperti yang terjadi di lamongan. Ribuan hektar lahan pertanian di Lamongan mengalami puso.

Berdasarkan data yang tercatat oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, saat ini 1.321 Ha lahan pertanian dari komoditi padi dan jagung mengalami kekeringan. Akibat kekeringan tersebut, seluas 552 Ha lahan diantaranya dipastikan gagal panen atau puso.

Pemkab Lamongan sendiri telah berupaya memberikan bantuan untuk mengatasi masalah kekeringan di Lamongan. Menurut Sugeng Widodo, Kabag Humas dan Infokom, Pemkab Lamongan telah mengupayakan memberikan bantuan 20 unit pompa air dari anggaran APBD untuk petani. 14 unit pompa diantaranya memiliki ukuran 3 dim. 6 unit lainya memiliki ukuran 6 dim. Melalui PABD, Pemkab Lamongan juga telah mempersiapkan penambahan 146 unit pompa berukuran 3 dim, 183 unit dan 287 unit pompa berukuran 6 dim. Bantuan pompa ini diharapkan bisa membantu mengatasi kesulitan air yang terjadi di sejumlah wilayah di Lamongan.

Bupati Lamongan, Fadeli juga telah memberikan perintah kepada Dinas PU Pengairan untuk melakukan manajemen sumber daya air yang lebih efektif namun tetap efisien. Khususnya untuk sejumlah waduk yang masih memiliki cadangan air hingga saat ini.

Di kabupaten Lamongan, ada empat kecamatan yang dilaporkan mengalami kekurangan air. 228 Ha mengalami kekeringan ringan, 389 Ha sedang, 152 Ha berat dan 552 Ha mengalami gagal panen. Empat kecamatan yang telah melaporkan terjadi kekurangan air yaitu Kecamatan Kedungpring, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Solokuro dan Kecamatan Modo.

Tiga Kecamatan, Kedung pring, Bluluk dan Modo komoditi yang mengalami kekurangan air adalah lahan padi. Sementara Kecamatan Solokuro, jagung adalah komoditi yang mengalami kekurangan air. Tercatat, seluas 391 Ha di areal lahan di sana dalam kondisi yang memperihatinkan. Usia tanaman jagung yang baru memasuki usia tanam antara 50 sampai 60 hari terancam mengalami puso.

Leave a Reply