Home >> Hukum Kriminal >> Velove Vexia: Papa Tambah Kurus
Velove kecewa dengan sikap KPK

Velove Vexia: Papa Tambah Kurus

Beritalamongan.com – kasus dugaan suap hakim PTUN Medan yang menyeret nama pengacara senior OC Kaligis masih menjadi buah bibir yang terus diperdepatkan oleh banyak orang. Meskipun demikian, pihak keluarga tetap setia untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap Kaligis seperti yang ditunjukan oleh putri OC Kaligis, Velove Vexia.

Sudah beberapa kali artis yang sempat berpacaran dengan Raffi Ahmad tersebut terekam kamera mengunjungi ayahnya yang ditahan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertama kunjunganya ke gedung KPK, artis berkulit putih itu sempat tidak diizinkan untuk bertemu dengan ayahnya. Namun, dia tetap gigih untuk kembali lagi dan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Kaligis.

Senin tadi (3 / 8 / 2015), artis wanita yang pernah berperan sebagai laki – laki di sinetronya ini kembali ke gedung KPK. Bulan kali pertama ini, Velove mengunjungi OC Kaligis, ayahnya. Apalagi setelah tersiar kabar bahwa kesehatan Kaligis selama ditahan mengalami gangguan, gadis cantik ini lebih intent menyambangi ayahnya.

Namun pada kunjunganya kali ini, Velove kecewa dengan sikap KPK. Menurutnya KPK diskriminatif. Velove merasa KPK terlalu sentiment terhadap ayahnya.

“kenapa KPK kok sentiment seperti itu?”, ujar Velove.

Velove merasa sangat khawatir dengan kondisi kesehatan ayahnya. Apalagi kesehatan Kaligis semakin memburuk akibat stroke yang dideritanya. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan ada syaraf yang pecah.

“saya tadi mengunjunginya. Kesehatanya semakin menurun, papa tambah kurus dan mukanya pucat. Saya khawatir apabila tidak segera ditangani akan semakin buruk apalagi papa menderita penyakit stroke,” ujarnya.

Pihak keluarga meminta KPK membawa Kaligis ke dokter spesialis. Dokter dari KPK sendiri juga telah memberikan rekomendasi untuk penanganan yang lebih lanjut terkati penyakit yang diderita oleh OC Kaligis.

Memburuknya kondisi Kaligis disinyalir juga karena keterlambatan obat yang diberikan kepadanya. Padahal obat untuk Kaligis sebenarnya sudah dikirim pada hari Kamis (30 / 7 / 2015) akan tetapi obat tersebut tidak di terima oleh Kaligis. Ketika Velove menanyakan hal tersebut kepada pihak KPK, mereka menjawabnya tidak tahu.

“obatnya sudah dikirim pada hari Kamis, 30 Juli 2015. Tetapi obat tersebut tidak diterimaoleh papa. Ketika tadi saya tanya, mereka jawabnya tidak tahu,” ungkap Velove Vexia.

Leave a Reply