Home >> Berita Jatim >> Ungkap Penyebab Kerusuhan Blok Cepu
kerusuhan di blok Cepu pada 1 agustus 2015

Ungkap Penyebab Kerusuhan Blok Cepu

Beritalamongan.com – awal agustus 2015 terjadi kerusuhan di blok Cepu tepatnya di lokasi engineering procurement and construction (EPC), di satu lapangan, Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro. Baku hantam yang terjadi di depan pintu saat jam makan siang ini membuat produksi minyak menjadi terganggu.

Menurut Suyoto, Bupati Bojonegoro, setiap harinya blok Cepu biasanya mampu memproduksi 55 ribu barel minyak. Namun semenjak terjadi kerusuhan di blok Cepu pada tanggal 1 Agustus 2015 lalu, produksi blok Cepu turun menjadi 35 ribu barel minyak per hari. Rencananya, produksi minyak blok Cepu akan dinaikan menjadi 65 ribu barel per hari. Akan tetapi rencana tersebut kandas akibat kerusuhan yang terjadi antar karyawan blok Cepu. Padahal produksi minyak blok Cepu sebenarnya mampu menghasilkan minyak 165 ribu barel per hari.

Untuk mencari solusi terbaik terkait kerusuhan blok Cepu tersebut, telah dilakukan pertemuan tertutup di kantor Bupati Bojonegoro dengan sejumlah pihak seperti SKK Migas, PT Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), PT Tripatra – Samsung, Kapolres, Kejari, Dandim dan Ketua DPRD.

Berita terkait kerusuhan di blok Cepu sempat menjadi headline di sejumlah media massa dan sejumlah stasiun TV nasional. Bahkan rekaman kerusuhan antara karyawan dan petugas keamanan menjadi tayangan yang terus diulang – ulang. Banyak kemudian yang mempertanyakan apa sebenarnya penyebab kerusuhan di blok Cepu.

Penyebab kerusuhan di blok Cepu

Meski sudah diangkat menjadi topic panas beberapa hari lalu, namun belum diungkap penyebab sebenarnya kerusuhan di blok Cepu. Beberapa menyebut penyebab kerusuhan di blok Cepu ini terjadi akibat pintu gerbang yang tidak dibuka secara penuh sehingga karyawan yang sedang ingin mencari makan siang tidak sabar mengantri di depan pintu hingga mereka pun tidak bisa menahan lagi emosi dan rasa laparnya.

Mereka pun kemudian meluapkan kemarahanya dengan melakukan pelemparan batu hingga bahkan merusak beberapa kendaraan yang terparkir di sana. Namun apakah karena tidak dibukakan pintu saja yang melecut amarah mereka?

Seorang karyawan dari blok Cepu yang tidak disebutkan namanya itu menuturkan bahwa penyebab kerusuhan di blok Cepu bukan hanya dipicu karena masalah pintu tetapi juga karena insentif. Menurutnya, karyawan yang bekerja saat lebaran dijanjikan oleh PT Triparta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 1,8 juta untuk masa kerja selama tujuh hari. Akan tetapi janji tersebut belum terpenuhi sebab masih ada karyawan yang belum menerima insentif yang dijanjikan.

Leave a Reply