Home >> Wisata >> Info dan Tips >> Tips Belanja di Makkah

Tips Belanja di Makkah

Berbelanja Boleh Saja Asal Tidak Berlebihan

            Jamaah Haji Reguler yang sedang melaksanakan ibadah haji ini akan tinggal berada di Tanah Suci kurang lebih selama 38 hari, sekitar 30 hari di Makkah dan 8 harinya di Madinah Al Munawwarah. Dan selama 26 hari untuk keperluan haji khusus ONH Plus. Lalu prosesi haji itu sendiri hanya memakan waktu selama 5 sampai 6 hari jika hitungannya mulai berangkat menuju Arofah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Mengapa begitu lama tinggal di Makkah? Hal ini ada kaitannya dengan pemulangan dari jamaah haji menuju tanah air. Bisa Anda bayangkan satu embarkasi saja memberangkatkan misalnya 90 kloter lebih, sedangkan pihak penerbangan khusus untuk jamaah haji ini hanya bisa mengangkut 4 sampai 5 kloter. Nah bisa Anda hitung, berapa hari yang diperlukan untuk 90 kloter dari satu daerah saja? Sekiah lama berada di Makkah memang akan merasa kejenuhan. Semua ibadah wajib sudah Anda laksanakan, ibadah sunnah juga sudah, pasti jenuh lama kelamaan. Untuk mengusir kejenuhan biasanya jamaah haji ini akan melakukan ziarah tempat bersejarah seperti Jabal Sur, Jabal Rahmah, Jabal Nur, bahkan ada yang sampai naik menuju Gua Hira, lalu ke tempat penyembelihan hewan, ke Jeddah dan banyak lagi. Tidak kalah serunya dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, kebanyak juga dari jamaah haji ini akan selalu menyempatkan berbelanja, usaha untuk berburu barang yang unik disana di sela ibadah mereka. Khusus untuk masalah kegiatan yang satu ini bisa dibilang hampir dari 90 persen jamaah haji ini akan melakukannya.

Tips Berbelanja di Makkah

Ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda pada saat berbelanja di Tanah Suci diantara lain; Pertama adalah berbelanjalah sesuai dari keperluan ataupun kebutuhan dan juga tidak berlebihan. Janganlah berbelanja dikarenakan Anda hanya ingin menuruti hawa nafsu belaka semata yang menyebabkan Anda berbelanja dengan berlebihan dan membeli yang tidak bermanfaat. Selain merugikan, hal ini juga bertentangan dengan agama. Disamping itu kapasitas dari koper haji yang sangatlah terbatas beratnya, hanya diperbolehkan membawa 32,5 kg saja.

Kedua adalah Anda haruslah berani menawar si penjual pada saat belanja di Makkah. Perlu Anda ketahui bahwa penjual di Makkah ini yang memanfaatkan aji mumpung terhadap jamaah asal Indonesia. Mereka sudah mengetahui bahwa jamaah haji asal Indonesia ini “gampangan” dalam artian mudah membeli sebuah barang tanpa menawar terlebih dahulu. Mungkin memang hal ini ada kaitannya dengan bahasa saat mau menawarnya. Betul bukan ? Padahal jika kita menawarnya dengan bahasa isyarat dengan penjual disana yang sudah mengerti. Sekarang juga sudah banyak penjual yang bisa bahasa Indonesia, jadi janganlah takut untuk menawar terlebih dahulu sebelum membelinya. Kebanyak para penjual yang berada di sekitaran Masjidil Haram ini sudah mengerti bahasa Indonesia terutama untuk perdagangan.

Ketiga adalah janganlah membawa uang yang terlalu banyak pada saat sedang berbelanja ataupun ke Masjidil Haram atau ke Masjid Nabawi. Hal ini dikarenakan sudah banyak kejadian jamaah yang ditodong dan diminta uangnya. Belanjalah dengan sedikit demi sedikit saja, nantinya juga akan terkumpul menjadi banyak di akhir. Waktu Anda banyak untuk belanja di Makkah, jadi jangan diborong satu hari saja.

Terakhir adalah jika Anda berniat berbelanja kurma di Madinah, janganlah membeli kurma yang dijual di Kebun Kurma. Hal ini dikarenakan harganya jauh lebih mahal daripada beli di pasar kurma.

Leave a Reply