Home >> Nasional >> Tradisi Berebut Bangku di Hari Pertama Masuk Sekolah
Tradisi Berebut Bangku di Hari Pertama Masuk Sekolah

Tradisi Berebut Bangku di Hari Pertama Masuk Sekolah

Beritalamongan.com – hari ini Senin (27 / 7 / 2015) merupakan hari pertama masuk sekolah. Bukan hanya bagi murid baru tetapi juga murid lama yang telah naik kelas juga masuk pada hari ini. Seperti pada tahun – tahun sebelumnya, ada sebuah kebiasaan unik yang dilakukan di hari pertama masuk sekolah. Kebiasaan tersebut bahkan sudah seperti sebuah tradisi, tradisi berebut bangku terdepan.

Pagi ini di Sekolah Dasar Negeri Bojong 4, terlihat antusiasme yang tinggi dari orang tua murid kelas satu. Sejak subuh tadi, mereka telah berada di sekolah untuk mengantarkan anaknya sekaligus mencarikan bangku terdepan untuk mereka. Meskipun pintu kelas belum dibuka, mereka rela antri di depanya.

Menurut Nurhasanah, orang tua murid SDN bojong mengatakan dia sudah berada di sekolah sejak pukul 05.00 WIB. Hal itu dia lakukan supaya anaknya bisa mendapatkan tempat duduk yang pertama dan terdepan.

“kalau tidak pagi – pagi seperti ini, tidak kebagian jatah bangku depan,” ujarnya.

Selain untuk mendapatkan bangku yang terdepan, mengantarkan anak ke sekolah menurutnya adalah bentuk perhatian orang tua kepada anaknya supaya mereka bisa giat dan bersemangat untuk pergi belajar.

Lilis Darojah, guru SDN Bojong 4 mengatakan tradisi berebut bangku di hari pertama masuk sekolah merupakan kepercayaan orang tua supaya anaknya bisa lebih pintar dan cepat menerima pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Padahal kepercayaan tersebut menurutnya tidak benar. Sebab, di mana pun tempat duduk murid berada, setiap siswa akan mendapatkan pembelajaran yang sama dari gurunya. Tidak ada yang dibeda – bedakan kepada mereka untuk menuntut ilmu.

Akibat sugesti tersebut, tradisi berberebut bangku terjadi setiap hari pertama masuk sekolah. Namun uniknya adalah yang berebut bangku bukan hanya para murid tetapi juga orang tua murid yang ingin menempatkan anaknya di bangku yang terdepan. Bahkan tak jarang, tradisi berebut bangku tersebut malah membuat kondisi di dalam kelas menjadi gaduh.

Lilis menambahkan, maksud mengantarkan anaknya ke sekolah memang baik guna mengenalkan anak dengan lingkungan sekolah. Tetapi bila dilakukan dengan berlebihan maka akan menjadi tidakbaik karena bhisa mengganggu proses belajar mengajar siswa.

Leave a Reply