Home >> Nasional >> Asuransi Pertanian Rp 150 Miliar dari Pemerintah
pemerintah siapkan anggaran Rp150 miliar berupa subsidi yang akan diberikan kepada para petani untuk membayar premi asuransi

Asuransi Pertanian Rp 150 Miliar dari Pemerintah

Beritalamongan.com – pemerintah tengah mempersiapkan asuransi pertanian yang dimaksudkan untuk meningkatkan akses keuangan sehingga pertanian nasional bisa terus tumbuh dan berkembang. Asuransi pertanian tersebut menurut Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dialokasikan dari anggaran APBN 2016.

“pemerintah siapkan anggaran Rp150 miliar berupa subsidi yang akan diberikan kepada para petani untuk membayar premi asuransi” ujar Firdaus.

Dari pernyataan Firdaus disebutkan dengan jelas pemerintah memberikan subsidi untuk membayar premi asuransi. Ini artinya para petani juga masih harus membayar sebagian premi. Sebab, yang namanya subsidi ya sudah pasti tidak dibayar penuh, pungkas Firdaus.

Dukungan dari pemerintah terhadap sector pertanian ini diharapkan mampu menarik banyak lembaga asuransi untuk menawarkan produk asuransi pertanian. Termasuk juga lembaga asing yang ingin menawarkan produk asuransi pertanianya untuk para petani di Indonesia.

Selain dari pemerintah pusat, pemerintah daerah diharapkan juga memberikan dukungan asuransi pertanian ini.

“pemda mungkin akan menambahkan. Asuransi pertanian ini bukan hanya untuk sector pertanian saja tetapi juga bisa untuk sector peternakan. Rencananya asuransi pertanian ini akan dimulai pada tahun 2016 nanti,” ungkap Firdaus.

Dengan adanya bantuan kemudahan keuangan dari pemerintah ini, para petani yang kesulitan keuangan diharapkan bisa mendapatkan bantuan keuangan sehingga mereka bisa kembali menghidupkan lahan pertanianya. Begitu pula dengan para peternak, mereka juga bisa memanfaatkan asuransi pertanian ini untuk mengembangkan usaha ternak yang mereka miliki.

Mayoritas penduduk Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani dan peternak ini akan sangat terbantu dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Khususnya dalam masalah keuangan yang kerap membelit para petani dan peternak. Kondisi alam yang sulit ditebak sejak satu decade terakhir membawa pengaruh yang besar terhadap dua sector penting tersebut.

Musim kemarau dan musim hujan yang sulit diprediksi menjadi factor utama petani dan peternak banyak merugi. Dan biasanya sekali merugi atau gagal panen, mereka akan mengalami masa yang sulit selama setahun. Apalagi kebanyakan dari mereka masih mengandalkan modal yang berputar yang didapat dari hasil panen. Jika panen gagal tentu mereka akan mencari modal dari perbankan. Bunga kredit yang tinggi juga kerap menjerat leher petani. Oleh sebab itu, dukungan dari pemerintah untuk menumbuh kembangkan sector pertanian dan peternakan sangat diharapkan.

Leave a Reply