Home >> Berita Jatim >> Ratusan Balon Raksasa Warnai Langit Jombang

Ratusan Balon Raksasa Warnai Langit Jombang

Beritalamongan.com – riyoyo kupat atau lebaran ketupat merupakan tradisi yang rutin dilakukan setelah hari raya idul fitri. Biasanya lebaran ketupat dilaksanakan pada H+7 lebaran. Di beberapa daerah di negeri ini mempunyai kebiasaan tersendiri dalam menyambut lebaran ketupat ini. Seperti yang dilakukan oleh warga desa Bandung, Kecamatan Diwek Jombang, mereka telah terbiasa menerbangkan balon raksasa saat lebaran ketupat tiba.

Biasanya pada lebaran ketupat, warga membuat ketupat, lontong dan berbagai jenis masakan tradisional lainya. Selain itu, warga desa Bandung juga terbiasa membuat balon raksasa yang kemudian diterbangkan ke langit. Pada lebaran ketupat tahun ini, mereka membuat 150 balon raksasa dengan aneka warna yang menarik.

Sebelum menerbangkan ratusan balon raksasa ke langit, warga menggelar kenduri ketupat di mushola. Acara kenduri merupakan acara berkumpul, berdoa dan makan bersama ketupat. Setelah selesai kenduri, mereka kemudian berkumpul di halaman mushola di masing – masing dusun untuk mempersiapkan balon raksasa. Balon tersebut terbuat dari kertas minyak dan memiliki tempat perapian di bagian bawahnya. Udara panas dari api tersebut kemudian yang mengembangkan balon sehingga membuatnya bisa terbang tinggi hingga ke langit.

Balon raksasa yang sudah mengembang kemudian dilepaskan. Warga pun menyambutnya dengan penuh gembira. Tepuk tangan dan gema takbir mengiringi pelepasan balon raksasa tersebut.

Menurut M Fatoni, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Diwek, acara penerbangan ratusan balon raksasa tersebut dilakukan di sejumlah titik. Total ada 150 balon yang diterbangkan. Ratusan balon raksasa tersebut dibuat sendiri oleh masyarakat. biaya pembuatan balon tersebut diambil dari iuran warga.

Ratusan balon raksasa dibuat warga dengan aneka warna. Semua itu sengaja dilakukan supaya balon tersebut lebih menarik. Hal ini dimaksudkan bawah balon tersebut berasal dari berbagai kalangan. Tetapi menurut mereka yang terpenting adalah kerukunan dan gotong royong.

Leave a Reply