Home >> Berita Jatim >> Libur Lebaran Membawa Berkah Jasa Penitipan Motor
ilustrasi tempat penitipan motor

Libur Lebaran Membawa Berkah Jasa Penitipan Motor

Beritalamongan.com – lebaran bukan hanya membawa berkah bagi mereka yang merayakan tetapi juga membawa berkah bagi mereka yang memiliki jasa penitipan kendaraan. Seperti yang dialami oleh pengelola penitipan motor di terminal Purabaya, Surabaya, Jawa Timur. Banyaknya orang yang ingin menitipkan motornya di sana membuat pengelola sampai kehabisan tempat untuk parkir motor. Mereka kemudian membuka lahan parkir baru sekaligus menaikan tariff penitipan hingga empat kali lipat.

Pada hari biasa, tariff untuk pentipan motor hanya Rp 5 ribu per hari. Tetapi setelah terjadi peningkatan permintaan penitipan, tariff dinaikan menjadi Rp 20 hingga Rp 25 ribu per hari. Tariff tersebut sudah diberlakukan selama empat hari setelah hari pertama lebaran.

Lonjakan jumlah motor yang ingin dititipkan membuat pengelola kewalahan mengatur tempat parkir motornya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang terpkasa menutup tempat penitipanya karena lahan parkir sudah penuh. Beberapa pemiliki tempat penitipan motor kemudian membuka lahan parkir di luar tempat penitipan tetapi juga dibarengi dengan pengawasan yang ekstra ketat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa penitipan motor.

Dengan meningkatnya jumlah motor yang ingin dititipkan dan naiknya tariff penitipan, pengelola penitipan motor mengaku mendapatkan berkah yang banyak dari momentum libur lebaran ini. Bahkan dalam sehari, pemilik jasa penitipan motor tersebut bisa meraup untung hingga lebih dari Rp 10 juta. Keuntungan yang jauh lebih besar dari pada hari biasa mengingat tariff penitipan juga dinaikan hingga empat kali lipat.

Menurut Bowo, salah satu pemilik tempat penitipan motor di terminal Purabaya Surabaya, puncak peningkatan penitipan motor terjadi pada lebaran kedua. Pada hari itu, diakuinya sempat kewalahan melayani permintaan konsumen untuk menitipkan kendaraan roda duanya. Lahan parkir yang terbatas membuatnya tidak sanggup melayani permintaan konsumen.

Meski tariff penitipan motor dinaikan hingga empat kali lipat tetapi sejumlah konsumen tidak mempermasalahkan tariff baru tersebut. Elly, salah satu pengguna jasa penitipan motor mengakui tarifnya memang mahal tetapi dia mengaku merasa lebih aman dan tenang apabila menitipkan kendaraan roda duanya di tempat penitipan tersebut. Sebab, dia akan lebih khawatir apabila menbinggalkan motornya di rumah sendirian. Apalagi saat itu rumahnya dalam keadaan kosong ditinggal mudik.

Selain memperketat keamanan di sekitar tempat penitipan motor, para pengelola penitipan motor di terminal Purabaya Surabaya juga memberlakukan aturan yang ketat bagi mereka yang ingin mengambil motor. Mereka tidak akan mengizinkan motor diambil apabila pemilik atau pengguna jasa penitipan tidak bisa menunjukan dokumen resmi kepemilikan kendaraan roda dua tersebut.

Leave a Reply