Home >> Hukum Kriminal >> Ibu Majlis Taklim Kena Hipnotis di Istiqlal
kejatahatan hipnotis terjadi di masjid istiqlal

Ibu Majlis Taklim Kena Hipnotis di Istiqlal

Beritalamongan.com – kasus kejahatan hipnotis terjadi di Jakarta Pusat tadi malam tadi (Selasa, 14 Juli 2015). Korbanya adalah ibu – ibu majlis taklim. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah berpura – pura sebagai karyawan salah satu perusahaan susu yang hendak mencari kelompok majlis taklim untuk ikut dalam acara buka bersama.

Eti (60) dan Maimunah (58) adalah korban yang mengaku telah kena hipnotis di masjid istiqlal., Sawah Besar, Jakarta Pusat. Eti mengungkapkan pelaku hipnotis tersebut adalah seorang wanita cantik dengan cirri – cirri kulit putih dan rambut pirang. Saat itu pelaku mendatangi guru ngaji mereka dan mengaku berasal dari perusahaan susu Anlene. Maksud kedatangan adalah ingin mengajak tiga kelompok majelis taklim untuk buka bersama yang akan digelar di Mal Citraland Jakarta Barat.

Korban Eti tertarik dengan ajakan pelaku. Ada beberapa syarat yang diajukan oleh pelaku. Syarat tersebut langsung disanggupi oleh Eti. Ibu majlis taklim itu pun mengajak beberapa jamaah yang lain untuk ikutan acara buka bersama tersebut.

Sebelum menuju ke lokasi buka bersama, pelaku meminta para korban melakukan pendaftaran di Masjid istiqlal dan mengambil kostum yang telah disediakan. Eti, Maimunah dan empat jamaah lainya tanpa ada rasa curiga menuruti permintaan pelaku. Ketika sudah sampai di masjid istiqlal, pelaku langsung melancarkan aksinya.

Para korban diminta untuk melepaskan perhiasan yang dikenakan. Si pelaku hipnotis mengatakan jika terlalu banyak mengenakan perhiasaan nanti tidak enak dilihat banyak orang. Pelaku hipnotis cantik itu sambil membuka tas menyuruh para korbanya untuk memasukan perhiasan mereka ke dalam tas milik pelaku.

Sang korban pun nurut saja permintaan pelaku. Lantas mereka melepas perhiasan yang mereka kenakan dan memasukanya ke dalam tas pelaku. setelah mendapatkan harta benda korban, wanita cantik penghipnotis itu kemudian mengatakan bahwa sebagai persyaratan pendaftaran para korban harus membawa satu kaleng susu. Tetapi para korban tidak mempersiapkan syarat tersebut.

Wanita cantik penghipnotis itu kemudian bersedia untuk membeli susu ke mini market terdekat. Dia kemudian mengajak satu teman Eti untuk pergi bersamanya. Begitu di tengah jalan, pelaku meminta teman Eti untuk menunggu alasanya supaya tidak capek katanya.

Ditunggu berjam – jam, wanita cantik itu tidak muncul – muncul. Setelah cukup lama menunggu, para korban baru sadar bahwa mereka baru saja menjadi korban hipnotis dan penipuan.

“saya baru sadar kalau saya sudah ditipu, saya tidak tahu saya percaya saja dengan wanita cantik itu. Dia terlihat cantik dan penampilanya rapi. Dia juga terlihat pintar, saat mau masuk masjid saja dia memakai jilbabnya,” ungkap Eti.

Akibat kejahatan hipnotis dan penipuan ini, Eti mengaku mengalami kerugian yang cukup besar. Dari perhiasanya saja total kerugianya mencapai Rp 25 juta. Ditambah uang tunai Rp 5 juta. Itu baru dari korban Eti belum lagi korban lain yang juga mengalami nasib sama dengan Eti.

Leave a Reply