Home >> Nasional >> Besok Jamaah Naqsabandiyah Merayakan Idul Fitri

Besok Jamaah Naqsabandiyah Merayakan Idul Fitri

Beritalamongan.com – Pemerintah melalui Kementrian Agama belum menetapkan 1 Syawal 1436 H jatuh pada hari apa. Sebab, penentuan 1 Syawal atau pun 1 ramadan biasanya diawali dengan menggelar sidang isbat untuk melihat hilal. Beberapa ormas islam di negeri ini seperti LDII, NU dan ormas islam lainya selalu mengikuti keputusan dari hasil sidang isbat tersebut. Tetapi tidak demikian dengan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah, mereka telah terlebih dahulu menetapkan 1 syawal 1436 H jatuh pada kamis besok 16 Juli 2015.

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah memiliki metode hisabnya sendiri. Menurut Mursyid Syafri Malin Mudo, Pimpinan Jamaah Tarekat Naqsabandiyah, penetapan 1 syawal dilakukan dengan metode hisab dengan menghitung 30 hari sejak awal puasa.

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah sendiri telah memulai puasa sejak 16 juni 2015 lalu atau lebih cepat dua hari dari hari yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi jika dihitung 30 hari sejak tanggal tersebut maka hari raya idul fitri jamaah Tarekat Naqsabandiyah jatuh pada kamis besok.

“kita sudah menetapkan lebaran jatuh pada Kamis besok, 16 Juli 2015. Jadi nanti malam kita akan mulai takbiran,” ungkapnya.

Mereka hanya akan melaksanakan takbiran di dalam masjid dan suarau saja tanpa melakukan pawai seperti kebanyakan orang. Di padang ada sekitar 50 masjid dan suaru jamaah Tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di beberapa wilayah seperti di kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan dan Lubuk Begalung.

Metode hisab yang digunakan oleh Tarekat Naqsabandiyah adalah metode hisab Munjid. Metode tersebut sudah digunakan sejak bertahun – tahun. Bahkan dengan metode tersebut, Tarekat Naqsabandiyah sudah bisa mengetahui 1 syawal tahun depan. Memang terdapat perbedaan dengan metode yang digunakan oleh pemerintah atau pun ormas yang lain seperti Muhammadiyah.

Pemerintah menggunakan metode hisab dengan cara melakukan observasi terhadap hilal seperti yang dilakukan oleh nabi. Terkait dengan penetapan 1 syawal, dengan metode observasi apabila hilal belum terlihat maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan hari raya jatuh pada lusa. Tetapi jika hilal sudah terlihat maka Ramadan hanya 29 hari.

Sementara Muhammadiyah memiliki metodenya sendiri dalam menentukan 1 syawal. Ilmu falaq yang mereka yakini memiliki perhitungan yang akurat dalam menentukan awal Ramadan maupun hari raya. Perhitungan yang mereka gunakan pun bisa mengetahui penentuan awal dan akhir Ramadan hingga beberapa tahun ke depan.

Begitu pun dengan jamaah Tarekat Naqsabandiyah berdasarkan perhitungan yang didasarkan pada kalender mereka juga bisa mengetahui awal Ramadan dan awal bulan syawal.

Leave a Reply