Home >> Berita Jatim >> Tiga Pemudik Asal Bojonegoro Menjadi Korban Gendam
tiga pemudik asa bojonegoro melapor ke petugas usai kena gendam

Tiga Pemudik Asal Bojonegoro Menjadi Korban Gendam

Beritalamongan.com – petugas penjaga pos pengamanan operasi ketupat semeru 2015 mendapatkan laporan dari pemudik tentang kejadian yang baru mereka alami. Ketiga pemudik asal bojonegoro mengaku telah menjadi korban kejahatan gendam saat hendak pulang ke kampung halamanya. Saat itu ketiganya tengah menunggu angkutan umum di jembatan merah Surabaya. Di sanalah ketiganya bertemu dengan pelaku.

Salah satu korban, Siti (44) yang berasal dari desa Turi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, mengatakan saat itu dia sedang menunggu angkutan umum bersama dengan dua rekan yang juga menjadi korban, Minarsih (20) warga desa Ngembat, Kecamatan Ngasem dan Asmira (60) warga desa Kandangan, Kecamatan Trucuk.

Di saat itulah, sang pelaku tiba – tiba muncul dengan menggunakan mobil. Pelaku mengatakan akan ke terminal Tambak Osowilangun dan sekalian mengajak mereka. Ketiga korban mengaku tidak menaruhu curiga terhadap pelaku sebab penampilan pelaku yang saat itu mengenakan pakaian islami berwarna putih, celana jeans, mengenakan kopyah mengaku seorang haji. Tanpa berpikir panjang, mereka juga percaya dan kebetulan bisa ngirit ongkos ke terminal.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku bersama dengan tiga orang lainya. Masing – masing memiliki peranya sendiri dalam aksi tersebut.

Awalnya, pelaku yang mengaku seorang haji tersebut mengatakan kepada para korban akan menghampiri dulu keluarganya yang ada di beberapa tempat. Tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut mengenakan pakaian biasa dan mengaku keluarga dari sang pelaku.

Modus pelaku gendam tersebut adalah memberikan batu permata palsu kepada korban. Setelah itu uang dan benda yang dimiliki korban diambil oleh pelaku. Saat pelaku meminta korban untuk menyerahkan uangnya, korban nurut saja. Semua barang milik korban juga masih tersimpan di bagasi mobil pelaku. Begitu korban turun dari mobil, semua uang dan barang – barang miliknya telah raib.

Siti mengaku telah kehilangan uang Rp 3,2 juta, Minarsih kehilangan uang Rp 5 juta dan Asmira mengaku kehilangan uang senilai Rp 600 ribu. Selain uang, mereka juga kehilangan pakaian baru yang rencananya akan diberikan untuk sanak family di rumah.

Iptu Supadji, Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2015, mengaku telah menerima laporan tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Merka juga akan bekoordinasi dengan Polres Surbaya sebab kejadian tersebut terjadi di wilayah Surabaya.

Iptu Supadji menghimbau kepada semua pemudik agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Para pemudik dihimbau juga agar berhati – hati dengan barang bawaanya agar tidak sampai tertinggal atau tertukar.

Leave a Reply