Home >> Berita Jatim >> Ribuan Warga Miskin Rela Antri Sejak Subuh Demi Rp 25 Ribu
ribuan warga miskin rela antri sejak subuh demi Rp 25 ribu tersebut

Ribuan Warga Miskin Rela Antri Sejak Subuh Demi Rp 25 Ribu

Beritalamongan.com – Ramadan ke-25 biasanya diisi dengan agenda zakat fitrah. Bukan hanya mengumpulkan zakat tetapi juga untuk melakukan pembagian zakat kepada mereka yang berhak menerimanya. Begitu pun juga yang dilakukan oleh seorang dermawan asal Gresik, H. Ali Romli. Pengusaha ikan yang tinggal di Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Gresik ini dengan senang hati membagikan uang senilai Rp 25 ribu. Bak gayung bersambut, ribuan warga miskin rela antri sejak subuh demi Rp 25 ribu tersebut.

Ribuan warga yang datang ternyata bukan hanya berasal dari Gresik saja. Ada pula mereka yang datang dari daerah sekitar Gresik seperti Lamongan hingga Surabaya. Mereka mulai berdatangan ke lokasi pembagian zakat sejak subuh. Mayoritas warga yang datang didominasi oleh ibu – ibu dan anak kecil.

Agenda pembagian zakat ini ternyata sudah menjadi kegiatan H. Ali Romli setiap tahunya. Jumlah uang yang dibagikan oleh pengusaha ikan asal Gresik tersebut mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.

Demikian juga dengan para warga yang datang ke lokasi pembagian zakat. Mereka mengaku setiap tahun datang ke lokasi pembagian zakat untuk mendapatkan uang tambahan lebaran.

“setiap tahun saya datang ke sini untuk mencari tambahan buat lebaran,” kata Munarti (40) warga Lamongan.

Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian Polsekta Gresik mengawal ketat jalanya proses pembagian zakat. Polisi membuat pagar betis sebanyak dua lapis supaya warga tertib menunggu giliran untuk mendapatkan uang zakat dari pengusaha ikan itu.

“suapaya jalanya pembagian zakat ini berlangsung tertib, kami membangun pagar betis dua lapis,” kata Kapolsekta Gresik AKP Abdul Rokib.

Langkah yang diambil oleh Polsekta Gresik ini sangat efektif untuk menghindari kericuhan yang biasanya sering terjadi ketika pembagian zakat terutama dari perorangan. Beberapa dermawan yang membagikan zakat di rumahnya sendiri sering kali berakhir ricuh mana kala warga yang mendapat giliran belakang mulai resah dan takut tidak kebagian zakat yang tersedia.

Leave a Reply