Home >> Gaya Hidup >> Fashion >> Fashion Lebaran Pengganti Koko
Jenny menghadirkan koleksi busana pria yang menggunakan kain tradisional

Fashion Lebaran Pengganti Koko

Beritalamongan.com – kurang dari satu minggu lagi umat muslim akan merayakan hari raya idul fitri 1436 H. ada banyak hal yang sudah menjadi tradisi untuk disiapkan pada hari kemenangan. Selain cemilan, fashion juga tidak pernah terlewatkan bagi semua orang. Fashion tidak hanya milik wanita, kaum pria pun memiliki caranya sendiri dalam berbusana.

Ketika membicarakan tentang fashion pria untuk lebaran, koko adalah yang paling sering digunakan. Tetapi, fashion untuk pria saat lebaran tidak melulu ke baju koko. Sepertinya sudah hal umum bila baju koko terus yang digunakan. Kenapa tidak mencoba fashion lebaran pengganti koko?

Akhir – akhir tren fashion dari bahan tenun mulai hits. Momentum tersebut juga menjadi inspirasi bagi perancang busana Jeny Tjahyawati untuk membuat koleksi untuk kaum pria pada Ramadan dan lebaran ini. Koleksi tersebut ditampilakn oleh Jeny pada peragaan busana Ramadan Runway 2016 di Kota Kasablanka pada jumat (3 / 7 / 2015).

Jenny menghadirkan koleksi busana pria yang menggunakan kain tradisional. Untuk koleksinya ini, Jeny membuat atasan berupa kemeja lengan pendek dengan potongan yang unik. Gradasi warna marun, merah muda dan lilac menjadi cirri khas koleksinya. Untuk bawahan, dipilih celana panjang lebar berlapis dari kain tenun dan juga menggunakan pilihan warna gradasi merah, biru dan kecoklatan.

Selain lengan pendek, Jeny juga membuat kemeja lengan panjang dengan kerah yang kecil yang tampak seperti baju koko. Dan tentunya, batik dan tenun tetap menjadi andalan Jeny. Kemeja tersebut menggunakan menggunakan warna hijau kecoklatan dan tenun dengan warna gelap. Untuk bawahnya, dipilih celana panjang lebar dari bahan tenun dengan pilihan gradasi warna yang terlihat kompak dengan warna gradasi kemejanya.

Deden Siswanto, perancang busana yang lain, juga mempersembahkan koleksi fashion pria untuk Ramadan dan lebaran terbarunya. Dalam koleksinya ini, Deden mengaku terinspirasi gaya busa Hindustan dan Pakistan. Untuk busana atasan, Deden memilih atasan dengan warna putih dari bahan katun kemudian ditambahkan border untuk menampilkan kesan yang lebih detail.

Kesan kedaerahan dalam negeri juga tak luput dari pandangan Deden. Dia menyempurnakan koleksinya tersebut dengan menambahkan kain songket dan tenun Makassar dengan motif garis – garis. Kain tersebut difungsikan sebagai aksesoris seperti selendang.

Leave a Reply