Home >> Nasional >> Pengkajian Mengganti Pesawat Hercules dengan Pesawat Baru
Hasil pengkajian penggantian pesawat tersebut juga telah diserahkan ke Kemantrian Pertahanan

Pengkajian Mengganti Pesawat Hercules dengan Pesawat Baru

Beritalamongan.com – insiden jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU tentu masih diingat oleh semua orang. Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan baik dari personil TNI maupun dari warga sipil membuat wacana pengkajian mengganti pesawat Hercules dengan pesawat baru semakin menguat. Pemerintah bahkan menegaskan untuk melakukan peremajaan alusista.

Wakil presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan pesawat Hercules merupakan pesawat yang sudah tua. Menurut pria dengan kumis tipis ini, pesawat Hercules didatangkan ke Indonesia pada eranya Presiden Sukarno. Sekitar tahun 60-an pesawat Hercules yang dipesan Indonesia akhirnya tiba. Namun pernyataan dari JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, dibantah oleh pihak TNI. Menurut mereka, usia pesawat bukan hanya dilihat dari tahun pembuatanya tetapi juga jam terbang pesawat tersebut.

Namun pengkajian mengganti pesawat Hercules dibenarkan oleh Marsekal TNI Agus Supriatna, Kepala Staf TNI AU. Pihaknya telah melakukan pengkajian untuk mengganti pesawat Hercules dengan pesawat angkut baru. Tetapi penggantian pesawat tersebut masih menunggu keputusan dari Kementrian Pertahanan.

“kita sudah membuat pengkajian tetapi semuanya tergantung kepada pemerintah. Yang pasti, kita akan minta yang terbaru dan banyak. Ada dari Aribus Perancis, Amerika dan juga dari Rusia,” ungkap Marsekal TNI Agus Supriatna.

Hasil pengkajian penggantian pesawat tersebut juga telah diserahkan ke Kemantrian Pertahanan. Tetapi keputusanya tergantung kepada kementrian Pertahanan. Jika pengkajian tersebut disetujui, maka rencananya pada interval tahun 2015 hingga 2019 nanti penggantian pesawat akan mulai dilakukan. Ada pesawat tempur, pesawat angkut berat, pesawat helicopter berat dan helicopter angkut besar.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Pertahanan, Brigjen TNI Jundan Eko Bintoro mengungkapkan, pesawat Hercules akan diganti dengan pesawat Airbus A400M dari perancis atau Boeing C-17 dari Amerika Serikat. Pilihan tersebut karena kedua pesawat tersebut merupakan pesawat angkut dengan kapasitas yang besar.

“pesawat yang lebih besar, yang jelas merupakan pesawat baru. Sekarang telah disepakati kalau pengadaan pesawat mengutamakan pesawat yang baru. Pengadaan di Renstara II kemungkinan mulai 2016 hingga 2018,” ungkap Brigjen TNI Jundan Eko Bintoro.

 

Leave a Reply