Home >> Hukum Kriminal >> Margriet Enggan Melakukan Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Engeline
Margriet enggan melakukan adegan rekonstrusksi

Margriet Enggan Melakukan Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Engeline

Beritalamongan.com – Polisi akhirnya membawa dua tersangka kasus pembunuhan Engeline untuk melakukan proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara di jalan Sedap Malam No 26 Denpasar. Proses rekonstruksi dilakukan selama lima jam mulai dari pukul 12.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA.

Selama proses rekonstruksi, tempat kejadian perkara yang merupakan kediaman dari tersangka Margriet, polisi menerjunkan satu kompi dalmas yang terdiri dari 90 personil untuk mengamankan lokasi. Polda Bali juga menerjunkan polantas untuk mengatur akses menuju lokasi.

Tersangka Agus terlihat didampingin oleh kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea. Sementara kuasa hukum tersangka Margriet, Hotma tidak terlihat di lokasi. Margriet hanya didampingi oleh Jefri Kam, Dion Pongkor dan Aldres. Kejadian unik terjadi mana kala Hotman hendak meninggalkan lokasi. Masyarakat yang mengira pengacara kondang tersebut adalah kuasa hukum dari Margriet langsung menghujatnya habis – habisan.

Dari proses rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline kemarin, Haposan Sihombing yang juga merupakan pengacara dari tersangka Agus menuturkan bahwa Engeline dibunuh oleh tersangka Margriet pada sabtu siang, 16 Mei 2015. Jenazah Engeline kemudian baru dikuburnya pada sore hari.

“Pukul 12.30 Agus dipanggil oleh Margriet untuk datang ke kamarnya. Saat itu, Margriet menjambak rambut Engeline dan membenturkan kepalanya. Kemudian Engeline dikuburkan sekitar pukul 15.30. Selepas itu, saksi Handono dan Susiani yang kos di rumah Margriet pulang dari tempat kerja dan tersangka Agus berpura – pura menanyakan keberadaan Engeline,” ujar Haposan.

Dalam proses rekonstruksi, tersangka Margriet enggan melakukan adegan rekonstrusksi terutama pada adegan pembunuhan dan penguburan Engeline. Adegan rekonstruksi kemudian digantikan oleh penyidik.

Rekonstruksi awalnya direncanakan dengan 81 adegan. Tetapi pada prakteknya kemudian adegan ditambah menjadi 98 adegan. Dari keseluruhan adegan, tersangka Margriet hanya bersedia melakukan 20 persen adegan. Meski pun demikian, proses rekonstruksi tetap dilakukan meski harus digantikan oleh petugas.

Pada adegan penguburan jenazah Engeline yang enggan dilakukan oleh Margriet, Agus menuturkan bahwa tersangka Margriet sempat memutar jenazah Engeline ketika hendak dikuburkan. Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Agus, Hotman Paris Hutapea. Terkait bekas luka puntung rokok, Haposan menambahkan, rokok tersebut memang berasal dari puntung rokok Agus. Tetapi puntung rokok yang telah dibuangnya itu kemudian diambil oleh tersangka Margriet dan menyuruh Agus untuk menyulutnya kembali.

Leave a Reply