Home >> Pendidikan >> Ridwan Kamil: Ada Lima Kecurangan Penerimaan Siswa Baru di Bandung
Ridwan Kamil: Ada Lima Kecurangan Penerimaan Siswa Baru di Bandung

Ridwan Kamil: Ada Lima Kecurangan Penerimaan Siswa Baru di Bandung

Beritalamongan.com – berbagai persoalan terkait penerimaan siswa baru di bandung masih saja terjadi. Wali kota Bandung, Ridwan Kamil mengakui hal tersebut. Pria yang lebih akrab dipanggil Emil ini membeberkan lima kecurangan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2014/2015 baru di Bandung.

“tahun ini, ada lima masalah pendidikan yang harus diselesaikan supaya di tahun depan masalah serupa tidak terjadi lagi,” ungkap Emil.

  1. Persoalan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) seharusnya dimiliki oleh mereka yang benar – benar tidak mampu secara ekonomi untuk bersekolah di sekolah Negeri. Tetapi ternyata, praktek di lapangan, ada sejumlah siswa yang bisa memiliki SKTM meski mereka berasal dari kalangan mampu. Contoh salah satu pemalsuan SKTM adalah ada seorang siswa PPDB yang berasal dari keluarga mampu yang memiliki rumah dua lantai, memiliki mobil dan motor dan orang tuanya merupakan pegawai BUMN tetapi dia bisa mendapatkan SKTM.

Membludaknya pengaju SKTM yang juga disinyalir ada ketidak beresan, Emil kemudia menggandeng pihak kepolisian. Dua hari kemudian, ternyata 1.000 pengaju SKTM mengundurukan diri. Hasil verifikasi selanjutnya juga menunjukan ada 600 pengaju yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai warga kurang mampu.

Dari kondisi tersebut, Emil menduga praktek SKTM palsu telah berlangsung sejak lama. Jika memang terbukti maka para pemalsu SKTM akan dikenakan hukuman enam tahun penjara. Terkait dengan pembuatan SKTM yang tidak sesuai untuk peruntukanya ini, disinyalir ada mafia di balik itu semua.

  1. Mafia SKTM

Menurut Emil, para mafia SKTM bekerja karena memang ada nitatan tidak baik dari orang tua siswa. Dalam prakteknya para mafia tersebut juga menekan para lurah agar mau mengeluarkan SKTM. Beberapa lurah tidak berdaya oleh intimidasi oknum tersebut. Oleh karena itu, Emil menggandeng kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap para mafia yang telah melakukan manipulasi SKTM.

  1. Jual beli nilai bimbel

Menurut laporan warga, Emil mengatakan ada tempat bimbingan belajar (bimbel) yang menjual belikan nilai. Jika siswa ingin nilai NEMnya bagus maka mereka diharuskan membayar sekian rupiah. Untuk persoalan ini, pihak kepolisisan telah melakukan penelusuran.

  1. Persoalan domisili

Pada PPDB tahun ajaran 2014/2015, jumlah peserta yang berasa dari luar Bandung memang dibatasi jumlahnya. Kondisi tersebut kemudian membuat praktik pindah domisili menjadi jalan yang mereka pilih. Emil menduga ada warga yang mendadak pindah Kartu Keluarga (KK) setiap musim penerimaan peserta didik baru tiba. Persoalan pindah domisili ini kini tengah diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

  1. Pendaftaran manual

Pendaftaran peserta didik baru saat ini masih menggunakan system manual. Emil menduga, dalam system pendaftaran system manual tersebut telah terjadi praktek jual beli kursi. Bahkan dalam praktek tersebut, dia menyebutkan nilainya mencapai Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar setiap tahunya. Untuk persoalan tersebut, Emil menekankan untuk mengganti system pendaftaran manual menjadi system pendaftaran online.

Leave a Reply