Home >> Hukum Kriminal >> Satu Kompi Dalmas Diterjunkan Amankan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Engeline
Guna mengamankan jalanya rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline, Polresta Denpasar menerjunkan satu kompi dalmas yang berjumlah 90 personil

Satu Kompi Dalmas Diterjunkan Amankan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Engeline

Beritalamongan.com – Berkaca dari pra rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline dimana petugas kewalahan melakukan pengamanan saat akan mengeluarkan tersangka Agus karena ramainya warga dan awak berita yang ada di lokasi, kini petugas menerjunkan satu kompi dalmas untuk amankan rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline.

Rekonrstuksi diagendakan hari ini, Senin (6 / 7 / 2015) di kediaman Engeline yang beralamatkan di jalan Sedap Malam, Denpasar. Guna mengamankan jalanya rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline, Polresta Denpasar menerjunkan satu kompi dalmas yang berjumlah 90 personil.

“satu kompi berjumlah 90 personil kamu terjungkan untuk mengamankan tempat rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline,” ujar Komandan Kompi Dalmas Polresta Denpasar, AKP Subiyanto.

Rencananya, jalur lalu lintas di sekitar tempat rekonstruksi akan ditutup. Namun sebelumnya, system buka tutup akan diberlakukan supaya akses petugas menuju lokasi bisa lancar.

“kami masih melakukan system buka tutup arus lalu lintas. Tetapi saat rekonstruksi nanti, jalur akan kami tutup dan kendaraan dilarang melintas,” kata Kompol Nyoman Nuriana, Kasatlantas Polresta Denpasar.

Warga dan awak berita yang antusias melihat jalanya rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline sudah terlihat memenuhi sekitar lokasi rekonstruksi sejak pagi tadi. Tetapi petugas melarang mereka untuk mendekat ke lokasi rekonstruksi. Hanya petugas dan para peliput berita yang diperbolehkan untuk mendekat.

Pengamanan yang ketat ini memang sengaja dilakukan oleh petugas agar rekonstruksi kasus pembunuhan Engeline ini tidak terganggu. Pengalaman dari pra rekonstruksi yang lalu, petugas saat itu kesulitan membawa tersangka Agus sebab masyarakat yang datang memenuhi lokasi kejadian.

Tersangka Agus sebenarnya telah mengakui bahwa dirinya bukanlah pelaku sebenarnya yang telah menghabisi Engeline. Menurut pengakuanya, pelaku pembunuh Engeline yang sebenarnya adalah Margret Megawe, ibu angkat Engeline sendiri. Agus mengaku kepada kuasa hukumnya bahwa dalam kasus pembunuhan Engeline dia hanya disuruh oleh Margriet untuk mengubur jenazahnya Engeline. Meski sudah mengakuinya, Agus hingga kini masih berstatus sebagai tersangka pembunuh Engeline.

Menyusul Agus, kini petugas telah menetapka Margriet sebagai tersangka pembunuh Engeline. Sebelumnya, Margriet telah menjadi tersangka kasus penelantaran anak. Penetapan tersangka kepada Margriet disesalkan oleh kuasa hukumya. Mereka khawatir penetapan tersangka kepada klienya itu dipengaruhi oleh opini yang berkembang di masyarakat. Tetapi dari sejumlah saksi dan alat bukti yang telah dikumpulkan, petugas kemudian menetapkan Margriet sebagai tersangka pembunuh Engeline.

Leave a Reply