Home >> Berita Jatim >> Gresik United Kecewa dengan Mantan Pelatihnya
Manajemen Gresik merasa kecewa dengan permasalahan yang pernah dialami oleh mantan pelatih Gresik United

Gresik United Kecewa dengan Mantan Pelatihnya

Beritalamongan.com – Beberapa minggu terakhir ini pesepak bolaan Indonesia kembali dihantam isu yang menjatuhkan. Setelah rekaman skandal pengaturan skor saat timnas Indonesia berlaga di SEA Games kemarin dikuak kini skandal pengaturan skor kembali diangkat oleh mantan pelatih Gresik United, Agus Yuwono.

Agus mengungkapkan bahwa pada saat dirinya masih menjadi pelatih utama Gresik United, dia pernah mendapatkan tawaran dari Bandar judi untuk mengatur skor pertandingan. Kala itu Gresik United akan menghadapi Persik Kediri dan Barito Putera. Namun Agus mengaku menolak tawaran tersebut.

Mendengar pernyataan Agus tentang skandal pengaturan skor tersebut, Gresik United merasa kecewa. Sekretaris Gresik United, Hendry Febry merasa pernyataan yang diungkapkan oleh Agus tidak etis. Pernyataan tersebut menurutnya sama saja mencoreng nama baik klub kebanggaan warga Gresik.

Manajemen Gresik merasa kecewa dengan permasalahan yang pernah dialami oleh mantan pelatih Gresik United itu. Yang membuat lebih kecewa adalah kenapa permasalahan tersebut baru diungkapkan oleh Agus sekarang ini?

Pernyataan Agus tentang skandal pengaturan skor tersebut tentu membuat manajemen bertanya – tanya, apakah maksud sesungguhnya dibalik pernyataan mantan pelatih Gresik United itu?

Hendry menilai jika memang Agus adalah pelatih yang baik, dia seharusnya menyampaikan permasalahan tersebut kepada manajemen klub. Dengan demikian klub akan bertindak untuk mengantisipasi skandal pengaturan skor tersebut.

Public pun juga banyak yang ikut bertanya – tanya, kenapa jika memang ada skandal pengaturan baru dibuka sekarang apalagi saat ini kondisi pesepak bolaan dalam negeri menemui kondisi yang sulit. Bukankah pernyataan tersebut akan semakin memperkeruh keadaan?

Namun melihat dari apa yang disampaikan oleh mantan pelatih Gresik United tersebut, tindakanya untuk memilih penolakan Bandar judi untuk mengatur skor pertandingan patut diapresiasi. Jika memang skandal itu pun benar adanya.

Sebelum pertandingan dimulai, bendera “fair play” selalu terlihat di dalam lapangan. Sepak bola memang sudah semestinya dimainkan secara sportif dan tidak ada sedikit pun permainan dibelakangnya. Seperti salah satunya adalah pengaturan skor.

Leave a Reply