Home >> Berita Jatim >> Musim Kemarau dan Puasa Omset Penjualan Kerupuk di Malang Turun Drastis
permintaan kerupuk malah semakin anjlok di musim kemarau ini

Musim Kemarau dan Puasa Omset Penjualan Kerupuk di Malang Turun Drastis

Beritalamongan.com – Jika musim kemarau tiba, para pengusaha kerupuk biasanya sumringah karena kerupuk yang mereka jemur cepat kering. Panas matahari benar – benar membuat kualitas kerupuk semakin baik. Oleh karena itu, banyak pengusaha kerupuk yang mulai meningkatkan produktivitasnya pada musim kemarau. Kualitas kerupuk yang baik tentu akan membuat permintaan terhadap kerupuk semakin meningkat.

Namun tidak demikian dengan apa yang dialami oleh salah satu pengusaha kerupuk malang. Menurut Suryono, salah satu pengusaha kerupuk yang ada di sentra produksi kerupuk andalas di Desa Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang permintaan kerupuk malah semakin anjlok di musim kemarau ini.

“sejak masuk musim kemarau ini, omset penjualan kerupuk kami mengalami penurunan. Ditambah lagi sekarang ini masuk bulan puasa. Omset penjualan kerupuk turun hingga 30 persen,” ungkap Suryono.

Di bulan Ramadan ini, menurutnya juga banyak warung makan yang tutup. Imbasnya, permintaan kerupuk juga menurun. Sales yang tiap hari mengantar kerupuk ke warung – warung saat ini juga semakin sedikit. Akibat berkurangnya permintaan kerupuk, maka produksi kerupuk andalas juga dikurangi.

Suryono menambahkan konsumsi makanan untuk rumah – rumah saat Ramadan juga mengalami perubahan. Pada bulan Ramadan masyarakat yang berpuasa, pola konsumsi juga berubah. Jika di luar Ramadan, mereka bisa makan tiga kali dalam sehari kini ketika berpuasa pola makan hanya menjadi dua kali yakni sahur dan buka.

Suryono mengaku jika saat permintaan kerupuk andalas tengah ramai seperti saat musim penghujan, pengusaha kerupuk tesebut bisa meraup untung hingga Rp 6 juta. Dia bisa menghabiskan lebih dari 9 kwintal tepung terigu yang biasa ia gunakan sebagai bahan dasar untuk produksi kerupuknya.

Suryono merupakan salah satu pengusaha kerupuk yang telah menggeluti bidang tersebut dalam waktu yang lama. Dia mengaku sudah menggeluti usaha kerupuk sejak belasan tahun silam. Kini Suryono juga menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah permintaan. Mengingat di awal Ramadan ini harga berbagai kebutuhan pokok termasuk tepung terigu juga mengalami kenaikan. Oleh sebab itu supaya omset dan biaya produksi tidak terlampau jauh maka perlu disesuaikan dengan permintaan jumlah kerupuk.

Leave a Reply