Home >> Berita Jatim >> Polres Sidoarjo Gandeng Geng Motor Cegah Balap Liar
gambar ilustrasi balap liar di jalanan

Polres Sidoarjo Gandeng Geng Motor Cegah Balap Liar

Beritalamongan.com – Kasus balap liar sudah meraja lela di berbagai daerah. Balap liar sudah seperti trend anak muda yang ditiru di sana sini. Apalagi sekarang ini didukung motor dengan kapasitas mesin yang besar, balap motor bisa menjadi lebih bringas lagi. Tentu kegiatan tanpa izin tersebut bisa membuat resah para warga dan juga pengguna jalan. dan yang lebih miris lagi, para pelaku balap liar tersebut didominasi oleh kalangan pelajar.

Kasus balap liar yang menarik cukup banyak perhatian beberapa bulan lalu adalah yang terjadi di Surabaya. Saat itu ada pengguna jalan yang mengendarai mobil menjadi korban brutalnya para pebalap liar. Setelah kasus tersebut, Polda Surabaya genjar melakukan razia terhadap balap liar sekaligus mencari pelaku pengeroyokan sopir malang tersebut.

Setelah Surabaya, kini polres Sidoarjo juga gencar melakukan penindakan terhadap aksi balap liar. Upaya penindakan dilakukan melalui komunikasi ke berbagai arah. Tidak hnya melakukan komunikasi ke sekolah – sekolah tetapi juga polres sidoarjo menggandeng geng motor. Polisi menilai komunitas roda dua tersebut bisa lebih efektif dalam upaya pencegahan balap liar di jalanan.

Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasatyo mengungkapkan mereka telah mengajak ratusan klub motor untuk duduk bersama mencegah balap liar. Dengan menggandeng klub motor, langkah tersebut dinilai lebih efektif karena mereka memiliki kedekatan dengan para pelaku balap liar tersebut. Di samping itu, mereka juga paham dan peduli akan ketertiban berlalu lintas.

AKP Bayu mengatakan sekarang ini sudah ada sekitar 500 anggota klub motor yang akan membantu Polres Sidoarjo melakukan sosialisasi kepada para pelaku balap liar.

Petugas juga mengingatkan peran orang tua sangat penting dalam upaya pencegahan balap liar. Ketika para pelaku balap liar di bawah umur tertangkap maka yang dipanggil adalah orang tuanya sebab mereka belum bisa dijerat dengan hukuman seperti orang dewasa. Apalagi kasus balap liar banyak dilakukan oleh pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain Baladan membenarkan hal itu. Menurutnya sebagian besar pelaku balap liar adalah para pelajar. Bahkan bisa dikatakan hampir 90 persen pelaku balap liar di Sidoarjo adalah pelajar. Dia mengaku sering melihat aksi tersebut dan kemudian dia menelpon Polsek untuk membubarkan aksi balap tanpa izin itu.

Dispendik sendiri juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah untuk memberikan pengarahan tentang bahaya balap liar di jalanan. Mustain menambahkan apabila ada pelajar yang tertangkap petugas saat balap liar maka akan diberi sanksi dan pembinaan khusus. “meskipun balap liar dilakukan di luar jam sekolah, tetapi jika melanggar hukum maka mereka harus bertanggung jawab,” tegasnya. Selain itu, pembinaan juga akan diintensifkan ke sekolah tempat siswa tersebut belajar.

Leave a Reply