Home >> Hukum Kriminal >> Anak di Bawah Umur Diperkosa di Areal Pemakaman
gambar ilustrasi pemerkosaan anak di bawah umur

Anak di Bawah Umur Diperkosa di Areal Pemakaman

Beritalamongan.com – Areal pemakaman biasanya adalah tempat yang tenang dan damai. Masyarakat biasanya juga menjadikan areal pemakaman sebagai tempat keramat. Tetapi tidak demikian dengan Sanyoto, pria 20 tahun tersebut malah menjadi areal pemakaman sebagai tempat untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Adalah AN (15), warga Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah yang menjadi korban pemerkosaan.

AKBP Wahyu Wim Hardjanto, Kapolres Temanggung mengatakan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut terjadi di areal pemakaman yang ada di daerah Soropadan Temanggung. Sebelum terjadi tindak permerkosaan tersebut, korban dan pelaku pergi membeli pakaian di Secang Kabupaten Magelang.

Ketika perjalanan pulang, pelaku mengajak korban masuk ke aral pemakaman di daerah Soropadan dengan alasan akan mengambil uang yang dibawa oleh temanya. Di areal pemakan itulah pelaku melakukan aksi bejatnya.

AKBP Wahyu menjelaskan korban sempat menolak saat diajak berhubungan badan oleh pelaku. Tetapi pelaku terus memaksa korban. Pelaku juga memukul dan mengancam akan membunuh jika korban menolak ajakanya tersebut.

Setelah puas melampiaskan nafsu birahinya, pelaku meninggalkan korban di areal pemakaman. Bukan hanya keperawanan si gadis yang telah direnggutnya, pelaku juga mengambil telepon genggam milik korban.

Setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, petugas kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku. Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada petugas, pelaku mengakui semua tindakanya. Hasil visum juga memperkuat bukti bahwa pelaku telah melakukan pemerkosaan pada gadis muda belia tersebut. Petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian yang digunakan oleh korban dan pelaku saat kejadian pemerkosaan tersebut, dua buah telepon genggam dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AA 2673 CN.

Atas perbuatanya tersebut, pelaku dikenai ancaman pasal berlapis. Pertama pelaku dikenai pasal 82 juncto Pasal 76 E UU nomor 35 Tahun 2014 perubahan UU nomor 23 Tahun 2002, subsider Pasal 29 Ayat 1 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara. Dan yang kedua pelaku dikenai pasal 363 KUHP tentang pencuiran dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Leave a Reply