Home >> Internasional >> Krisis Keuangan, Yunani Membatasi Tarik Tunai
warga berbondong – bondong menyerbu swalayan karena mereka takut akan terjadi kelangkaan akibat memburuknya krisi keuangan Yunani

Krisis Keuangan, Yunani Membatasi Tarik Tunai

Beritalamongan.com – Krisis keuangan yang dialami Yunani terjadi sebagai buntut lilitan utang yang menumpuk dan belum bisa terbayarkan. Utang Yunani kepada Dana Moneter Internasional, IMF, sebesar 1,6 miliar euro atau sekitar Rp 22 triliun. Utang tersebut sudah jatuh tempo pada Selasa (30 / 6 / 2015).

Untuk mencegah pelarian modal, pihak terkait Yunani kemudian membatasi jumlah uang yang bisa ditarik oleh nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Sebelumnya, nasabah bisa menarik 60 euro atau setara Rp 884.000 per hari kini jumlah ditarik sudah dikurangi.

Menurut penuturan Freddy Naibaho, Warga Negara Indonesia yang telah sedang tinggal di Yunani selama 14 tahun mengatakan jumlah penarikan yang bisa ia lakukan sekarang maksimal 50 euro.

Freddy menambahkan masyarakat Yunani umumnya khawatir sebab antara pemerintah dan para kreditur internasional mengalami kebuntuan untuk mengatasi krisis keuangan yang melanda. Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras menyatakan siap menerima persyaratan yang ditetapkan oleh para kreditur. Syarat tersebut rencananya akan ditentukan oleh rakyat Yunani melalui referendum.

Pada pekan lalu, warga berbondong – bondong menyerbu swalayan karena mereka takut akan terjadi kelangkaan akibat memburuknya krisi keuangan Yunani. Warga melakukan pembelian yang besar – besaran di berbagai swalayan hingga semua barang banyak yang ludes dibeli oleh pelanggan.

Tetapi pemandangan kontras terlihat sekarang dimana tersedia banyak stok barang di swalayan namun pelangganya menurun. Kemungkinan daya beli masyarakat yang menurun menjadi penyebabnya.

“pada sabtu lalu, orang – orang khawatir akan terjadi kelangkaan. Ingin masuk ke supermarket harus antri lebih dulu. Bahkan di beberapa supermarket ada yang kehabisan stok barang. Tetapi sekarang ini kekhawatiran masyarakat akan kelangakaan barang tidak terjadi. Stok barangnya ada, tetapi daya beli masyarakat berkurang karena uangnya yang tidak ada,” ujar Freddy.

Terkait syarat yang ditetapkan para kreditur kepada Yunani, apabila mayoritas memilih menolak syarat tersebut maka dikhawatirkan Yunani bisa keluar dari zona Negara – Negara yang menggunakan mata uang euro. Tetapi perdana menteri Yunani menepis hal tersebut.

Leave a Reply