Home >> Nasional >> Pemerintah: Alusista Harus Diperbarui

Pemerintah: Alusista Harus Diperbarui

Beritalamongan.com – di tengah hari tadi, Selasa (30 / 6 / 2015), tentara nasional Indonesia (TNI) kehilangan salah satu alat tempur andalan mereka, pesawat Hercules. Sekitar pukul 11.50 WIB pesawat Hercules jatuh di kawasan perumahan di Medan. Dilaporkan, puluhan personil TNI tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat Hercules tersebut.

Belum diketahui pasti berapa banyak personil TNI yang tewas setelah jatuhnya pesawat yang datang di Indonesia pada tahun 1960-an itu. Kabar terakhir menyebutkan, jumlah korban telah mencapai 49 orang. Namun hingga petang tadi, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah lagi sebab pesawat tersebut jatuh di kawasan perumahan. Selain dari TNI, sejumlah warga juga dipastikan ada yang menjadi korba setelah bangunan mereka ikut tertimpa badan pesawat. Ledakan pesawat dikabarkan juga melukai pengguna jalan yang tengah melintas di sekitar lokasi kejadian.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah akan memperbarui alusista secara bertahap. Terkait pesawat Hercules, menurut JK sapaan akrabnya, pesawat tersebut merupakan pesawat tua dan pesawat tersebut juga akan diretrofit.

Menurutnya, Indonesia pertama kali membeli pesawat Hercules pada tahun 1950-an. Kemudian pada tahun 1960-an barulah pesawat tersebut mendarat di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia telah memiliki 20 unit pesawat Hercules.

Berdasarkan laporan yang dia baca, JK menduga pesawat Hercules tersebut jatuh karena ada masalah teknis. “pesawat tersebut sudah terbang sesaat kemudian ingin kembali lagi, dugaan penyebab jatuhnya ya persoalan teknis,” pungkas JK.

Mayjen Fuad Basya, Kepala Pusat Penerangan TNI mengatakan pesawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat Hercules C-130 buatan Amerika tahun 1964. Pesawat tersebut jatuh di jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara. Setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, pesawat telah mengudara selama dua menit. Tetapi kemudian pesawat tersebut meminta kembali lagi dan beberapa saat setelah itu pesawat milik TNI AU tersebut jatuh.

Pesawat naas itu sebenarnya akan menjalani rute penerbangan menuju Tanjung Pinang. Selain mengangkut personil TNI, pesawat juga mengangkut logistic ke beberapa pangkalan udara TNI AU.

Peremajaan alusista dinilai sangat penting bagi bangsa ini sebab alat tersebut bisa membantu mengamankan NKRI dari ancaman Negara lain. Tahun lalu, TNI telah mendapatkan alusista baru dengan datangnya tank leopard. Kini tinggal menunggu realisasi rencana pemerintah memperbarui alusista TNI yang lain.

Leave a Reply