Home >> Hukum Kriminal >> Razia Supir Tembak oleh Dishub

Razia Supir Tembak oleh Dishub

Beritalamongan.com – masih teringat jelas dibenak kita semua kasus pemerkosaan yang menimpa karyawati oleh sopir angkutan umum beberapa hari silam. Peristiwa yang terjadi di dalam angkot D01 jurusan Ciputat – Kebayoran terjadi di tengah malam. Saat itu korban seorang karyawati yang telah pulang kerja menaiki angkot seorang diri. Kondisi jalanan yang gelap dan sepi membuka pikiran jahat pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Akibat kejadian tersebut, sang korban sempat mengalami trauma. Dia sering menangis sendiri dan merasa dirinya sudah kotor. Usai kejadian pemerkosaan supir angkot tersebut, korban langsung melaporkan peristiwa yang baru menimpanya. Polisi kemudian bergegas menangkap pelaku. Penangkapan yang dilakukan oleh petugas berlangsung sangat cepat sebab sang korban masih mengingat betul nomor kendaraan yang digunakan oleh pelaku.

Senin siang (29 / 6 / 2015), puluhan sopir angkot D01 jurusan Ciputat – Kebayoran mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan. Kedatangan mereka bukan untuk membela rekan sopir atau pelaku pemerkosaan tetapi kedatangan mereka adalah untuk melakukan aksi damai mendukung pengungkapan kasus pemerkosaan yang terjadi dengan menggunakan angkot dengan nomor yang sama. Akibat peristiwa pemerkosaan yang terjadi di dalam angkot tersebut, para sopir angkot D01 merasa dirugikan. Oleh karena itu, mereka menuntut agar keberadaan sopir tembak dihapuskan.

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta sepaham dengan tuntutan para sopir tersebut. Dalam waktu dekat, razia sopir tembak oleh Dishub akan dilakukan dari terminal ke terminal yang ada di Jakarta. Tujuan utama razia tentu adalah melakukan penyisiran terhadap keberadaan sopir tembak yang masih ikut menarik angkot.

Dalam razia supir tembak tersebut, Dishub akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menyisir dari terminal ke terminal. Razia supir tembak tidak hanya mengarah ke angkot tetapi juga dilakukan kesemua jenis angkutan umum mulai dari metromini, kopaja dan lain sebagainya.

“razia akan dilakukan secara menyeluruh ke semua jenis angkutan umum mulai dari angkot, metromini, kopaja dan lain sebagainya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi, Benjamin Bukit.

Peristiwa kejahatan di dalam angkot di ibu kota memang kerap terjadi. Sasaran kejahatan tidak hanya menimpa kaum wanita tetapi juga bisa menyasar ke kaum pria. Seperti yang pernah terjadi beberapa bulan silam, dimana ada beberapa orang yang menodongkan senjata tajam dan meminta uang kepada para penumpang. Karena tidak ingin barang berharga yang dimilikinya dirampas, salah seorang penumpang dan juga korban nekat melompat dari angkot yang sedang melaju. Niat ingin selamat, tetapi korban malah merasakan kerasnya aspal jalanan. Akibatnya korban tewas di atas aspal.

Leave a Reply