Home >> Berita Jatim >> Membangunkan Sahur dengan Petasan, Bocah SMP Asal Jombang Babak Belur Dihajar Warga

Membangunkan Sahur dengan Petasan, Bocah SMP Asal Jombang Babak Belur Dihajar Warga

Beritalamongan.com – pada jam – jam sahur, sekumpulan bocah dusun Sawahan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang Kota terbiasa untuk melakukan patrol sahur membangunkan warga. Namun cara yang dilakukan oleh patrol sahur segerombolan bocah tesebut berbuntut kericuhan. Warga yang merasa terganggun dengan aktivitas para bocah tersebut langsung mengamuk sehingga patrol sahur tersebut langsung bubar.

Sumaryanto (46) warga setempat yang merasa terganggu dengan patrol sahur tersebut. Bagaimana tidak, sekumpulan bocah tersebut membangunkan sahur dengan petasan. Padahal di saat ini, mertua Sumaryanto sedang mengalami sakit jantung. Karena merasa terganggu, pelaku kemudian mengamuk patrol sahur tersebut.

Korban dengan inisial J (15) yang masih duduk di bangku SMP mengaku dihajar dan diseret oleh pelaku. Saat itu, J bersama 11 temanya tengah melakukan patrol sahur seperti biasanya. Mereka biasa berkeliling sambil membunyikan berbagai alat tabuh. Di sepanjang jalan, patrol sahur ini juga kerap menyalakan petasan. Saat para bocah ini melintas dekat pos ronda, Pelaku yang sudah mengintai mereka keluar dari persembunyianya dan langsung mengamuk.

Para bocah tersebut kaget dan langsung lari tunggang langgang. Namun malang bagi korban J, tak sempat kabur bocah yang terlihat paling besar diantara temanya ini tertangkap oleh pelaku. Korban selanjutnya dihajar habis – habisan.

Korban J mengaku dipukuli dan diseret oleh pelaku. Dia sudah eminta ampun dan berteriak minta tolong. Tetapi dia masih saja dihajar oleh sang pelaku. Akibatnya, J mengalami luka lebam di bawah mata kanan dan berdarah di beberapa bagian tubuhnya. Setelah puas menghajar korban, pelaku baru melepaskanya.

Kasus penganiayaan terhadap bocah SMP kelas VIII tersebut akhirnya diketahui oleh warga. Mereka kemudian mendatangi rumah pelaku penganiayaan. Warga merasa tidak terima dengan perlakuan pelaku terhadap bocah patrol sahur tersebut. Sempat terjadi adu mulut antara warga dan pelaku. Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan ke kepolisian setempat.

Pelaku mengakui tindakanya menghajar korban tetapi pelaku tidak mengakui telah menyeret korban. Saat dihajar, korban hanya meronta – ronta, ungkapnya. Pelaku mengaku terganggu dengan aktivitas korban yang sering menyalakan petasan saat sahur sebab mertua pelaku saat ini sedang mengalami sakit jantung. Pelaku hanya ingin memberikan pelajaran kepada para bocah patrol sahur tersebut.

Leave a Reply