Home >> Lamongan >> Imam Tarawih di Lamongan Dibogem Tetangga Sendiri
gambar ilustrasi

Imam Tarawih di Lamongan Dibogem Tetangga Sendiri

Beritalamongan.com – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Sikap saling toleran dan memaafkan harusnya sudah dimiliki meski hari nan Fitri belum tiba. Datangnya awal ramadhan biasanya ditandai dengan hilal. Setelah hilal terlihat, barulah umat muslim pada malam harinya melakukan shalat tarawih dan dilanjutkan makan sahur pada esok harinya.

Sungguh tidak terpuji apa yang dilakukan Pasun, warga Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, selepas melaksanakan salat tarawih, dia melayangkan bogem mentah ke arah wajah Mahali (44) seorang imam tarawih di mushola setempat.

Peristiwa pemukulan imam tarawih tersebut bermula beberapa saat setelah Mahali memimpin salat tarawih, dia mampir ke salah satu rumah pengurus mushola, Mulyono, untuk sekedar berbincang – bincang. Tanpa diduga, Pasun datang dan menanyakan kepada Mahali terkait kebakaran tanaman yang ada di ladangnya.

Mahali mengaku tidak tahu menahu tentang kebakaran yang terjadi di ladang Pasun. Tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Mahali, Pasun langsung melayangkan bogem mentah ke arah imam tarawih tersebut. Pukulan yang tepat mengarah ke wajah imam tarawih tersebut juga dibarengi dengan perkataan kotor dari pelaku pemukulan.

Melihat kejadian pemukulan imam tarawih terebut, Mulyono langsung melerai dan meminta agar permasalahan yang terjadi diselesaikan secara dewasa. Pasun yang terlanjur naik pitam tak kuasa menahan amarahnya. Pelaku malah menjadi – jadi dan melayangkan pukulan berkali – kali ke arah muka korban hingga mulut imam tarawih berdarah akibat pemukulan itu. Kadi, warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berlari dan berusaha menenangkan keadaan. Di pun menyuruh dua orang yang terlibat kericuhan untuk pulang ke rumahnya masing – masing.

Korban pemukulan, Mahali, kemudian melaporkan insiden pemukulan terhadap dirinya oleh Pusan ke kepolisian sektor Sukodadi pada Selasa (23 / 6 / 2015). Mendapatkan laporan, Polisi segera bertindak untuk meminta keterangan korban dan kedua saksi kejadian pemukulan imam tarawih tersebut.

Kapolsek Sukodadi berjanji akan menindak lanjuti dan menyelesaikan kasus pemukulan imam tarawih hingga tuntas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Atas tindakanya tersebut, pelaku bisa dikenai pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua tahun delapan bulan.

Leave a Reply