Home >> Nasional >> Rekor Terburuk Indonesia di SEA Games adalah Kesalahan Menpora
Imam Nahrawi mengatakan bahwa dirinya menyadari penurunan prestasi Indonesia di SEA Games kemarin. Atas buruknya prestasi ini, dia mengaku pantas disalahkan.

Rekor Terburuk Indonesia di SEA Games adalah Kesalahan Menpora

Beritalamongan.com – Gelaran SEA Games 2015 di Singapura telah selesai. Indonesia hanya puas duduk di peringkat 5 klasemen umum. Pencapaian ini merupakan rekor terburuk indonesia di SEA Games sejak gelaran SEA Games pertama di tahun 1977. Selama sejarah perhelatan SEA Games, baru pertama ini, Indonesia keluar dari empat besar. Kegagalan indonesia menembus empat besar diakui oleh Menpora, Imam Nahrawi adalah kesalahanya.

Pada sebuah workshop yang bertajuk “Evaluasi SEA Games XXVIII Singapura” yang dihadiri oleh sejumlah tokoh ternama seperti Suwarno, ketua Satlak Prima, Tono Suratman Ketua KONI, Rita Subowo Ketua KOI dan Chef de Mission Kontingen Indonesia di SEA Games 2015 lalu, Taufik Hidayat, Menpora mengaku pantas disalahkan atas buruknya prestasi indonesia di even olah raga paling bergengsi se-Asia Tenggara tersebut.

Saat memberikan sambutan, Imam Nahrawi mengatakan bahwa dirinya menyadari penurunan prestasi Indonesia di SEA Games kemarin. Atas buruknya prestasi ini, dia mengaku pantas disalahkan. Tetapi untuk ke depanya nanti, dia mengajak semuanya mulai dari Kemenpora, KONI, KOI dan Satlak Prima untuk bersatu padu demi prestasi yang lebih baik lagi. Menurutnya, semua harus mencari solusi atas kegagalan di SEA Games kemarin.

Dalam SEA Games kemarin, indonesia hanya bertengger di urutan lima besar teratas dengan torehan medali sebanyak 47 medali emas, 61 perak dan 74 perunggu. Sepanjang sejarah SEA Games inilah kali pertama indonesia terlempar dari empat besar.

Yang paling banyak disoroti oleh publik tentu adalah dari cabang sepak bola. Cabang olah raga yang paling bergengsi ini gagal memberikan satu pun medali untuk indonesia. Padahal di perhelatan SEA Games sebelumnya indonesia berhasil menembus semi final.

Kisruh sepak bola nasional disebut – sebut sebagai faktor yang membuat indonesia gagal bersinar di cabang sepak bola. Campur tangan Menpora terhadap PSSI membuat FIFA menjatuhkan sanksi kepada indonesia. Sanksi dari FIFA tersebut tidak mengizinkan indonesia mengikuti segala even internasional. Beruntung di ajang SEA Games kemarin indonesia masih diizinkan untuk bermain.

Namun kondisi yang tidak baik karena kisruh sepak bola nasional membuat banyak pemain merasa resah. Hal ini juga diakui oleh para punggawa garuda muda. Jika SEA Games selesai mereka tidak tahu harus bagaimana lagi. Sebab kompetisi QNB League juga terhenti. Harapan untuk menyambung hidup hanya dari bermain tarkam. Akibat sanksi tersebut, bermain ke klub lain di luar negeri juga semakin sulit. Bagi pemain, kondisi yang sulit ini juga memaksa mereka untuk banting stir ke bidang lain untuk tetap mendapatkan masukan.

Beberapa skuat garuda muda ada yang memutuskan untuk daftar tentara ada pula yang membuka lapak dagangan. Beberapa ada yang kembali ke orang tuanya dan membantu pekerjaan yang ada.

Leave a Reply