Home >> Lamongan >> Kondisi Terkini Waduk di Lamongan

Kondisi Terkini Waduk di Lamongan

Beritalamongan.com – Musim kemarau yang melanda negeri ini diprediksi bakal menjadi musim kemarau yang panjang yang akan berlangsung hingga desember atau bahkan Januari 2016 mendatang. Dikhawatirkan akibat kemarau panjang ini sejumlah daerah akan mengalami kekeringan dan gagal panen. Beberapa daerah di jawa timur bahkan sudah mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air meski bulan ini baru memasuki awal musim kemarau. Seperti yang terjadi di kabupaten Jombang, masyarakat terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

Lamongan yang secara letak geografis berbatasan dengan Jombang, juga mulai khawatir dengan kondisi ini. Intensitas hujan yang berkurang membuat sejumlah waduk tandon air mulai mengalami penurunan debitnya. Namun di beberapa titik, kondisi terkini waduk di Lamongan masih dibilang aman hingga beberapa bulan karena kapasitas airnya masih tinggi.

Waduk Gondang yang berada di kecamatan Sugio yang memiliki kapasitas 23.712.500 meter kubik hingga kini masih terisi 17.304.000 meter kubik air atau sekitar 72 persen dari kapasitas maksimal yang mampu ditampungnya.

Waduk German yang memiliki kapasitas maksimal 1.237.500 meter kubik air hingga kini kondisinya masih tetap aman. Kapasitas air yang di Waduk German hingga saat ini masih berada di kisaran 1.171.875 meter kubik air atau masih masih terisi 94 persen dari kapasitas terbanyaknya.

Namun di beberapa waduk di Lamongan, kondisinya sudah mengkhawatirkan. Sebab di awal musim kemarau ini, cadangan air yang ditampungnya sudah menipis. Seperti yang terjadi di Waduk Prijetan yang ada di kecamatan Kedungpring. Waduk yang memiliki daya tampung air hingga 9 juta meter kubik ini saat ini kapasitas air yang ditampungnya sudah menurun hingga setengahnya.

Waduk Joto di Kecamatan Tikung malah memprihatinkan. Dari kapasitas maksimal daya tampungnya yang bisa mencapai 1 juta meter kubik saat ini hanya menyisakan 266.945 meter kubik air atau hanya 26 persenya saja.

Kondisi serupa juga terjadi di Wadu Legoh yang ada di Kecamatan Karanggeneng. Dari kapasaitas maksimal 350.900 meter kubik air saat ini hanya menyisakan 16.160 meter kubik air atau kurang dari 5 persenya saja. Kondisi terparah terjadi di waduk Kuripan yang ada di Kecamatan Babat dari daya tampung maksimal 80 ribu meter kubik saat ini hanya tersisa 8 meter kubik saja atau kurang dari 1 persen.

Leave a Reply