Home >> Hukum Kriminal >> Penemuan Bayi di atas Meja Warung

Penemuan Bayi di atas Meja Warung

Beritalamongan.com – Lili Harlia, warga Desa Juli Paseh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, terbangun dari tidur setelah sekitar pukul 23.00 WIB terdengar suara tangisan bayi. Dia kemudian memutuskan untuk keluar dan mencari sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya dia, sesosok jabang bayi terbungkus kain tergeletak di atas meja warungnya. Penemuan bayi di atas meja warung miliknya tersebut kemudian ia laporkan ke aparat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Juli. Polisi yang mendapat laporan segera bergegas untuk melakukan penyelidikan.

Tak butuh waktu yang lama bagi polisi untuk menemukan siapa pelaku pembuangan bayi malang tersebut. Berselang 17 jam dari laporan penemuan bayi laki – laki di atas meja tersebut, aparat Polsek Juli berhasil meringkus pelaku.

Siapa yang menyangka, pelaku yang tega membuang bayi tersebut adalah ibu kandungnya sendiri. Dibantu dengan putri kandungnya, Nina (18), pelaku membuang bayi yang baru dilahirkan di atas meja warung di Desa Paseh.

Penangkapan cepat pelaku diakui oleh Kapolsek Juli, Ipda Sandi Titah, adalah berkat informasi dari masyarakat yang kemudian mengarahkan penyelidikan hingga ke tempat bidan yang membantu pelaku melahirkan bayi tersebut.

Bidan E yang beralamatkan di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, mengaku kepada petugas telah membantu kelahiran pelaku. Dari keterangan yagn diungkapkan Bidan E, petugas kemudian segera menuju ke kediaman pelaku dan langsung meringkus pelaku pembuangan bayi tersebut. Sementara sang anak yang membantu pelaku membuang bayi, melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat Polsek Juli.

Tersangka pelaku pembuangan bayi beserta barang bukti satu unit motor honda Beat yang digunakan pelaku untuk membuang bayi telah diamankan oleh petugas. Pelaku sekaligus ibu bayi yang dibuang kemudian dibawa ke RSUD Dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan pasca melahirkan. Sedangkan bayi yang dibuangnya juga mendapatakan perawatan medis di rumah sakit yang sama.

Atas tindakan membuang bayi yang dilahirkanya sendiri tersebut, pelaku terjerat KUHP Pasal 304, 305 jo 308 KUHP dengan ancaman pidana maksimal lima tahun enam bulan.

Leave a Reply