Home >> Opini >> Towel: Menpora Melakukan Kesalahan Undang PSSI Lama

Towel: Menpora Melakukan Kesalahan Undang PSSI Lama

Lembaga tinggi negara, DPR memberikan saran kepada Menpora, Imam Nahrawi untuk mengundang PSSI. Saran dari DPR tersebut merupakan upaya agar kedua belah pihak menemukan titik tengah mengatasi permasalahan persepak bolaan nasional. Namun langkah yang diambil oleh Menpora ini dinilai di luar akal normal oleh Tommy Welly atau lebih akrab dipanggil Towel sebab yang diundang adalah PSSI lama yang dipimpin oleh Johar Arifin.

Towel menilai sikap Menpora tersebut tidak tepat. bahkan sikap dari Menpora tersebut bisa membuat masalah baru untuk persepak bolaan indonesia. Menurut Towel, Menpora melakukan kesalahan undang PSSI lama.

Kesalahan yang pertama adalah sikap dari Menpora tersebut menunjukan tidak ada niat atau itikad baik untuk keluar dari konflik persepak bolaan nasional. Kesalahan yang kedua sudah jelas bahwa Menpora tidak ada niatan agar sanksi dari FIFA dicabut. Kesalahan yang ketiga, tindakan Menpora mengundang PSSI lama dan empat Asprov sulit dicerna akal sehat. Tindakan Menpora ini malah bisa memecah belah PSSI. Tindakan tersebut juga bisa diartikan sebagai hinaan terhadap intelektualitas baik kepada komisi X DPR RI, PSSI maupun kepada masyarakat luas. Sangat tidak masuk di akal jika pengurus PSSI baru yang dipimpin oleh La Nyala Mataliti tetapi yang diundang adalah PSSI lama yang dipimpin oleh Johar Arifin.

Kesalahan yang terakhir adalah tindakan dari Menpora ini hanya bermain – main dengan masalah serta malah menambah runyam masalah dengan melecehkan intelektualitas dan norma umum.

Menurut Towel, upaya untuk mencari solusi dari kisruh persepak bolaan nasional dengan Menpora semakin sulit apalagi dilakukan dengan cara berpikir yang normal. Jika hal ini terus berlarut, indonesia akan semakin sulit untuk keluar dari jeratan sanksi FIFA. Sekali lagi yang paling dirugikan dari kisruh ini adalah mereka insan sepak bola nasional bukan Menpora atau pun anggota dewan. Para pemain yang menggantungkan hidupnya dari sepak bola sekarang mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah klub tidak lagi sanggup menggaji mereka karena kondisi klub yang tidak dapat sponsor lagi.

Leave a Reply