Home >> Olahraga >> Komentar Johar Sebelum Bertemu Menpora

Komentar Johar Sebelum Bertemu Menpora

Banyak pihak yang dibuat bertanya – tanya tentang sikap yang diambil oleh Menpora dengan mengundang PSSI versi Johar. Tindakan Menpora ini sebernarnya didasarkan atas permintaan DPR RI Komisi X agar Menpora duduk bersama PSSI untuk mencari jalan keluar kisruh sepak bola nasional. Menpora memang memenuhi permintaan Komisi X tetapi anehnya yang diundang bukan PSSI baru yang sudah sah menurut FIFA dan AFC tetapi Menpora malah mendatangkan Johar Arifin bukanya La Nyala Mataliti.

Ketika ditanya tentang pertemuanya dengan Menpora, Mantan Ketua Umum PSSI, Johar Arifin enggan untuk berkomenter banyak. Pada Selasa Siang tadi (23 / 6 / 2015), komentar Johar sebelum bertemu Menpora, “saya kurang tahu apa yang akan dibahas dengan Imam Nahrawi nanti, saya hanya diundang untuk diskusi.”

Pria 64 tahun ini menambahkan bahwa dia juga tidak tahu siapa lagi yang diundang oleh Menpora. Menurutnya, dia diundang dengan alasan dia masih ketua umum PSSI sebelum turunya SK nomor 01307 pada tanggal 17 April 2015 lalu yang mana banyak diketahui oleh publik SK tersebut berisi tentang pembekukan PSSI.

Pada undangan tersebut, selain mengundang Johar Arifin, Menpora juga mengundang empat Asprov yakni Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Bengkulu. Tindakan Menpora tersebut semakin membuat keruh konflik sepak bola nasional. Menpora seakan ingin memecah belah PSSI dan membuat PSSI tandingan lagi.

Langkah yang diambil Menpora ini seperti ingin membentuk dualisme lagi di tubuh PSSI. Indikasi ini semakin kuat dengan pembentukan tim transisi, kemudian turnamen – turnamen bentukan Menpora seperti piala presiden dan piala kemerdekaan.

Melihat betapa kerasnya Menpora bersikukuh dengan keputusan pembekuan PSSI ini, sanksi FIFA akan terus membayang – bayangi indonesia. Meski Menpora masih beranggapan bahwa sebelum jatuhnya SK Pembekuan kepada PSSI Ketua Umumnya masih Johar Arifin, namun keputusan dari kongres luar biasa yang diadakan oleh PSSI di Surabaya adalah sah di mata FIFA dan AFC yang mengangkat La Nyala Mataliti sebagai ketua umumnya.

Leave a Reply