Home >> Berita Jatim >> Warga Kabupaten Jombang Kesulitan Air Bersih

Warga Kabupaten Jombang Kesulitan Air Bersih

Bulan Juni ini semestinya baru masuk awal musim panas tetapi di beberapa wilayah di kabupaten Jombang, Jawa Timur sudah mulai kesulitan air bersih. Menurunya intensitas hujan di wilayah tersebut membuat sumber air minum warga mulai mengering. Warga yang kesulitan air bersih pun kemudian terpaksa berjalan kaki jauh untuk mencari ari bersih.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, warga sudah dua bulan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kekeringan yang melanda desa tersebut memaksa mereka harus berjalan sejauh 3,5 Km untuk mendapatkan air bersih.

Terkadang, warga yang kesulitan mendapatkan air bersih terpaksa harus membeli air dari desa tetangga. Harga air bersih per satu jerigen yang berisi 30 liter air bersih dijual dengan harga Rp 5.000.

Menurut pengakuan Siti Musriah, salah satu warga kabupaten Jombang yang kesulitan air, terkadang dia harus memberli air dari desa tetangga hanya untuk minum dan wudlu. Sementara untuk mandi dan cuci, dia masih memanfaatkan kubangan kecil yang airnya pun mulai menipis.

Menurutnya, tiap tahun desanya mengalami kekeringan. Namun Pemkab Jombang masih belum berupaya untuk memberikan solusi. Dia mengaku mulai resah sebab ini baru dua bulan hujan tidak turun di desanya apalagi dikabarkan musim kemarau tahun ini bakal lebih lama. Musriah sangat berharap agar masalah kesulitan air bersih ini segera di tuntaskan sebelum musim kemarau datang.

Dia menambahkan, sebenarnya saluran PDAM sudah ada namun saluran tersebut tidak berfungsi padahal warga juga sudah mengeluarkan biaya untuk mendapatkanya. Saeli, warga desa yang juga mengalami kesulitan air, mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya sangat sulit untuk mengajukan droping air bersih dari dinas terkait sebab harus terlebih dahulu mengurus surat – surat yang ribet.

Kondisi ini tentu akan semakin menambah derita warga. Air adalah bagian terpenting bagi semua manusia tak terkecuali mereka yang tinggal di kabupaten. Pemerintah dan dinas terkait seharusnya juga segera memberikan solusi agar kondisi sulit ini bisa segera diatasi.

Leave a Reply