Home >> Hukum Kriminal >> Usai Diperkosa Sopir Angkot, Karyawati ini Trauma

Usai Diperkosa Sopir Angkot, Karyawati ini Trauma

Kejahatan di dalam angkutan kota atau angkot kembali lagi di ibu kota. Kali ini, kejahatan di dalam angkot dilakukan oleh sopir angkot D01 jurusan Ciputat – Kebayoran. Kesempatan membawa penumpang seorang karyawati yang pulang malam sendirian dimanfaatkan oleh sang sopir untuk melampisakan nafsu bejatnya. Di bawah jembatan fly over, angkot dihentikan dan kemudian sopir angkot memperkosa karyawati tersebut.

NA (35), karyawati yang mengalami tindak kejahatan seksual tersebut kemudian melaporkan tindakan pemerkosaan oleh sopir angkot D01 tersebut ke Mapolres Metro Jakarta Selatan. Beruntung karyawati 34 tahun ini hafal betul nomor plat angkot yang dijadikan tempat pelampiasan nafsu bejat sang sopir angkot. Petugas kemudian dengan sigap langsung meringkus pelaku pemerkosaan.

Usai diperkosa sopir angkot D01, NA mengalami trauma. Hal ini diungkapkan langsung oleh J (38) suami korban. Dia mengatakan bahwa istrinya masih trauma atas kejadian pemerkosaan yang menimpanya. Ketika di rumah dia hanya bengong, nangis sendiri, dia merasa bahwa dirinya telah kotor. Namun J tetap sebisa mungkin mendampingi istinya.

Terkait pulang jam pulang malam istrinya tersebut, J menuturkan bahwa di tempat kerja istrinya ada dua shift. Saat peristiwa pemerkosaan oleh sopir angkot D01 itu terjadi, istrinya sedang menjalani shift malam yang dimulai dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Selepas shift malam berakhir, sang istri kemudian membuat laporan kerja yang menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam. Biasanya ketika shift malam, sang istri baru pulang pukul 23.30 WIB atau pukul 00.30 WIB. J yang berprofesi sebagai sopir bus terkadang juga menyempatkan diri untuk menjemput sang istri. Namun lebih sering sih istrinya pulang sendiri.

Mengenai jam pulang malam ini, J berencana akan menanyakanya kepada kantor kerja sang istri. Dia berharap, pihak kantor memberikan jaminan kemanan untuk pulang malam karyawan. J juga berharap agar pihak berwajib segera memproses pelaku. Untuk hukuman yang pantas bagi pelaku, J berharap pelaku dihukum seberat – beratnya, paling tidak hukuman yang diterima pelaku sesuai dengan ketentuan undang – undang yang berlaku.

Leave a Reply