Home >> Olahraga >> Pemain Asing Persela Tidak Bisa Pulang Kampung Karena Belum Terima Gaji

Pemain Asing Persela Tidak Bisa Pulang Kampung Karena Belum Terima Gaji

Force Majeure yang terjadi di kompetisi sepak bola nasional membuat PSSI menghentikan QNB Liga Indonesia 2015 lebih awal. Penghentian kompetisi sepak bola ini berakibat fatal bagi seluruh insan sepak bola termasuk para pemain asing yang ikut bermain di kompetisi liga sepak bola indonesia. Akibat kompetisi berhenti, mereka pun tidak menerima gaji.

Seperti yang dialami oleh Pedro Javier, pemain asing persela yang hingga hari ini belum menerima gaji. Pemain asal Paraguay ini mengaku hingga saat ini dia belum mendapatkan pembayaran gaji yang semestinya dia dapatkan. Dia semestinya menerima gaji sebulan ketika kompetisi QNB Liga Indonesia 2015 masih belum dihentikan. Namun ketika ditanya berapa besar nominal gaji yang harus diterimanya dia menolah untuk menyebutkanya karena itu ialah privasinya.

Kondisi yang sama juga dialami dua pemain asing persela lain, Balsa Bozovic dan David Pagbe. Akibat belum menerima gaji, membuat mereka belum bisa pulang kampung ke negara asalnya. Balsa Bozovic diketahui telah memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke negaranya karena ada urusan keluarga. Tetapi dia berjanji akan kembali lagi ke indonesia.

Dengan kondisi yang seperti ini, Pedro mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap bisa segera mendapatkan haknya sebab gaji tersebut sangat penting untuk kembali ke negaranya dan melanjutkan karir sepak bola di negara lain.

Debby Kurniawan, CEO Persela Lamongan, mengatakan akan segera menyelesaikan masalah gaji para pemain asing persela tersebut. Sebab, sesuai dengan aturan PSSI dan PT Liga Indonesia, klub harus menuntaskan persoalan gaji pada kompetisi QNB Liga Indonesia 2015.

Terkait masalah tersebut, dia meminta kepada ketiga pemain asing persela tersebut untuk segera menemui manajemen Persela dan menuntaskan persoalan gaji tersebut. Debby menegaskan persoalan gaji pemain akan segera diselesaikan.

Kondisi sepak bola nasional yang sudah carut marut ini merupakan dampak dari dibekukanya PSSI oleh kemenpora. Ketika SK dari kemenpora diturunkan maka, PSSI sudah terpaksa menghentikan semua kompetisi. Meski tetap bersikeras untuk melanjutkan kompetisi, namun surat izin penyelenggaraan pertandingan juga bakal sulit didapatkan. Hasilnya pertandingan juga tidak bisa digelar. Kondisi semakin diperparah ketika sanksi dari FIFA turun, indonesia tidak akan bisa mengikuti berbagai even internasional sampai batas waktu yang tidak tentukan. Sanksi dari FIFA bisa saja dicabut asal SK pembekuan PSSI ditarik oleh Kemenpora.

Leave a Reply