Home >> Pendidikan >> Sekolah dengan Biaya Infaq Pisang

Sekolah dengan Biaya Infaq Pisang

Tahun ajaran baru 2015 – 2016 segera dimulai. Bagi siswa mampu, Sekolah negeri atau sekolah favorite biasanya adalah tujuan utama siswa ingin melanjutkan pendidikanya. Namun bagi mereka yang tergolong kurang mampu seperti dari keluarga fakir miskin atau kelurga yatim piatu akan lebih memilih sekolah dengan biaya yang ringan atau bahkan sekolah gratis.

Seperti yang ada di Jember, Jawa Timur, ada sekolah SMP dan SMK yang memberikan kelas khusus gratis untuk siswa yatim piatu dan fakir miskin. Ya, yayasan islam bustanul ulum telah mendirikan lembaga Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum, SMP Islam Bustanul Ulum dan SMK Islam Bustanul Ulum. Masyarakat lebih mengenalnya dengan IBU singkatan dari Islam Bustanul Ulum.

Syarat bagi siswa yatim piatu dan fakir miskin untuk bisa masuk kelas gratis di lembaga pendidikan tersebut sangat mudah. Siswa hanya perlu membawa surat dari kepala desa dan pengurus NU tingkat ranting yang menyatakan siswa bersangkutan memang benar – benar yatim piatu dan miskin.

Yayasan Islam Bustanul Ulum sudah berdiri sejak 1968. Pertama kali kelas yang dibuka adalah untuk tingkat madrasah ibtidaiyah atau setara dengan Sekolah Dasar. Dalam sejarahnya, yayasan yang saat ini diwariskan kepada Hafidi dari orang tuanya ini sempat mengalami masa – masa sulit untuk bertahan.

Pada tahun 2000, jumlah siswa keseluruhan dari kelas 1 hingga kelas 6 hanya ada 16 siswa. Pada tahun 2005, jumlah siswa mengalami peningkatan menjadi 35 siswa. Kemudian pada tahun 2007, yayasan ini mendirikan SMK IBU dan diresmikan oleh wakil gubernur jawa timur, Saifullah Yusuf. Untuk angkatan pertama, dibuka empat kelas. Ada 210 siswa yang masuk secara gratis. Sementara untuk tenaga didik, total ada 108 guru mulai dari guru MI, SMP dan SMK IBU. Hebatnya, para pengajar di sana juga tidak meminta bayaran yang besar untuk mengajar.

Dalam perjalananya, Hafidi pernah tertatih – tatih membesarkan lembaga pendidikan IBU. Untuk menambah jumlah kelas, dia pernah membangun kelas dari gubuk untuk tiga sekolahnya. Meskipun dia pernah menjadi anggota DPRD Jember pada tahun 2009, diat tidak meminta – minta kepada Dinas terkait.

Untuk memelihara sekolahnya, lembaga pendidikan IBU menerapkan sistem infaq yang unik. mereka tidak memaksa besaranya infaq berapa, tetapi anak – anak secara suka rela membawa bata merah. Mereka juga meminta pisang untuk infaq. Bahkan ada pula yang memberikan hingga empat pohon pisang. Pisang tersebut kemudian dijual dan hasil penjualanya untuk merawat sekolah.

Sekolah dengan biaya infaq pisang ini kini memiliki delapan busa sekolah untuk antar jemput siswa dan masih memiliki dua bus cadangan. Untuk tahun ajaran baru ini, ada 1.119 siswa yang mendaftarkan diri di sekolah tersebut. Namun, Hafidi membatasi jumlah siswa hanya untuk enam kelas saja. Dan karena ada juga permintaan dari mereka yang kurang mampu, disediakan dua kelas tambahan yang khusus untuk siswa yatim piatu dan fakir miskin.

Leave a Reply