Home >> Berita Jatim >> Ngabuburit Bareng Buaya Kali Porong

Ngabuburit Bareng Buaya Kali Porong

Sejak kemunculan buaya kali porong di dusun Awar Awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, banyak warga yang berduyun – duyun ingin melihat langsung binatang buas pemakan daging tersebut. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, warga setempat kemudian menjadikan kali porong yang melewati desanya tersebut sebagai tempat wisata.

Di bulan ramadhan ini, tempat tersebut kini dijadikan destinasi menarik untuk ngabuburit bareng buaya kali porong. Banyak pengunjung dari berbagai daerah baik dari dalam kota maupun luar kota yang ingin melihat buaya kali porong secara langsung.

Warga setempat menyebut buaya kali porong tersebut dengan “danyang” desa. Tempat ini kini menjadi destinasi wisata yang unik bagi pengunjung yang ingin ngabuburit bareng buaya kali porong sambil mengajak keluarganya. Selain ngabuburit, kebetulan karena masih dalam momen libur puasa, banyak pula pengunjung yang mengajak anak – anaknya untuk memperkenalkan buaya kali porong yang merupakan salah satu reptile yang masih bertahan hidup sejak zaman purba.

Menurut penuturan Sukadi, Ketua RT 23 RW 12, setiap hari buaya kali porong diberikan makan berupa ayam. Hal ini sengaja dilakukan agar buaya kali porong tersebut muncul ke permukaan dan pengunjung yang datang bisa langsung melihat makhluk buas tersebut. Pengunjung tentu akan senang apabila bisa menyaksikan langsung buaya yang muncul ke permukaan.

Tidak hanya pada waktu ngabuburit saja pengunjung berdatangan ke tempat tersebut tetapi juga di malam hari banyak pengunjung yang sengaja datang untuk melihat buaya kali porong. Sebab buaya tersebut ternyata malah lebih sering menampakan dirinya ke permukaan pada malam hari.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada pengunjung yang datang untuk melihat buaya kali porong, warga membuat tempat duduk untuk pengunjung yang terbuat dari anyaman bamboo sekaligu memberikan penjagaan secara bergantian. Penjagaan dari warga ini tujuanya adalah agar memberikan keamanan dan supaya pengunjung tidak terlau dekat dengan buaya. Meski sudah menetap dan berdampingan hidup dengan masyarakat setempat, namun buaya ini masih makhluk buas yang bisa saja mengancam keamanan pengunjung. Warga juga memberikan penerangan yang berguna untuk malam hari sehingga pengunjung yang datang di malam hari tetap bisa melihat buaya kali porong yang muncul ke permukaan dengan jelas.

Leave a Reply