Home >> Gaya Hidup >> Fashion >> Hijab Tahan Cuaca

Hijab Tahan Cuaca

Salah satu faktor yang mengganggun kenyamanan saat mengenakan hijab adalah cuaca. Ya, cuaca bisa berdampak besar ketika kita salah memakai bahan yang tidak sesuai dengan kondisi cuaca. Missal jika kondisi cuaca panas maka hindari mengenakan hijab dengan kain yang tebal dan berat. Hal ini akan membuat kepala terasa panas, berkeringat dan akhirnya lembab. Selain bau yang tidak enak, bakteri juga akan berkembang di kondisi kepala atau kulit kepala yang lembab. Akibatnya kulit kepala akan berketombe dan gatal. Hal demikian tentu sangat tidak diinginkan oleh kaum hawa.

Kabar gembira datang untuk mereka yang berhijab karena sekarang sebuah perusahaan Veil mengklaim telah menemukan inovasi baru untuk membuat hijab tahan cuaca. Hijab dari Veil ini mampu menjawab tantangan hijab untuk segala cuaca. Hijab ini dibuat dengan komposisi bahan yang tahan air dan dapat memantulkan kembali panas sinar matahari.

Teknologi terkini yang digunakan pada hijab buatan Veil ini mampu bekerja secara canggih yang membuat suhu di kepala yang tertutup kain hijab tetap terjaga. Bahan yang digunakan tidak akan menyerap panasnya matahari. Selain bisa memantulkan panas dan tahan air, hijab inovasi terbaru ini memiliki elastisitas yang tingg sehingga bahan tidak mudah kusut. Selain itu bahanya mudah dicuci sekaligus tahan lama.

Nah bagi hijabers, sebutan untuk orang yang memakai hijab, anda harus bersabar dulu untuk mendapatkan hijab tahan cuaca ini. Sebab hijab inovasi terbaru ini masih belum diluncurkan ke publik. Hijab ini masih dalam proses percobaan. Kabarnya, nanti akan ada tiga pilihan warna yang diberikan yakni warna putih, hitam dan juga biru.

Sang penemu hijab tahan cuaca ini, Ahme Ghannem (22), mengatakan bahwa dia ingin terus berinovasi, berevolusi dan emngubabah cara pandang orang tentang hijab. Bagi negara yang mayoritas penduduknya muslim, mengenakan hijab tentu tidak ada masalah. Namun bagi mereka hijabers yang sedang berada di negara yang islam merupakan minoritas atau bahkan islam masih dianggap radikal di negara tersebut tentu mengenakan hijab akan mendapatkan berbagai pelececah verbal yang tidak diharapkan.

Leave a Reply