Home >> Internasional >> Pakistan Menunda Eksekusi Mati Selama Ramadhan

Pakistan Menunda Eksekusi Mati Selama Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah dan ampunan. Tidak hanya mereka yang saja umat muslim yang berkahnya ramadhan tetapi juga mereka yang tinggal di penjara. Seperti yang terjadi di Pakistan dimana Pakistan menunda eksekusi mati selama ramadhan. Keputusan penundaan eksekusi mati ini diperintahkan langsung oleh Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif. Penangguhan eksekusi mati tersbut dimulai pada hari Jumat (19 / 8 / 2015) waktu setempat.

Menurut Nawaz Sharif, penghentian eksekusi mati yang dijadwalkan di Pakistan selama bulan ramadhan ini untuk menghormati bulan suci ramadhan. Penundaan eksekusi mati di Pakistan ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Pihak yang berwenang memerintahkan tidak ada yang dieksekusi selama ramadhan. Termasuk tahun ini, tradisi ini terus dilanjutkan.

Pakistan sebenarnya juga pernah menghentikan eksekusi mati sebelumnya. Namun eksekusi mati tersebut kembali diberlakukan lagi pada desember 2014 setelah Taliban melakuan pembantaian di sekolah yang dikelola oleh militer.

Hukuman mati sebelumnya diberlakukan untuk mereka yang terlibat kasus terorisme. Namun hukuman mati di Pakistan telah diperluas untuk tindak kasus pidana yang lainya. PBB, Uni Eropa dan kelompok hak asasi internasional sebenarnya menentang hukkuman mati di berlakukan di Pakistan. Namun pemerintah Pakistan tetap bersikeras untuk tetap memberlakukan hukuman mati.

Sejak hukuman mati kembali diberlakukan di Pakistan, sudah lebih dari 150 narapidana telah dieksekusi mati dengan cara digantung. Amnesty internasional memperkirakan di Pakistan ada lebih dari 8.000 narapidana yang terancam hukuman mati. Banyak dari narapidana tersebut juga tidak bisa melakukan banding atas jeratan hukuman mati yang dijatuhkan kepada mereka.

Banyak kritikus yang menilai sistem peradilan pidana di Pakistan telah dirusak oleh pihak yang berwenang dan perwakilan hukum yang tidak baik. Kebanyakan mereka akan dijatuhi hukuman mati dengan eksekusi tiang gantung sebelum mereka mendapatkan peradilan yang adil bagi mereka.

Namun pelaksanaan hukuman mati yang berlaku di suatau negara tidak bisa diintervensi atau dibatalkan oleh pihak asing. Bahkan PBB sekalipun tidak bisa membatalkan hukuman mati yang telah diberlakukan di negara tersebut.

Dengan momentum bulan ramadhan kali ini, paling tidak bisa memberikan udara bagi para narapidana yang sudah dijadwalkan akan dieksekusi mati dengan jeratan ikatan kuat di leher mereka.

Leave a Reply