Home >> Nasional >> Tarekat Syattariah Hari ini Baru Tarawih
jamaah Tarekat Syattariah hari ini baru tarawih

Tarekat Syattariah Hari ini Baru Tarawih

Pemerintah melalui Kementrian Agama telah menetapkan awal ramadhan jatuh pada tanggal 18 Juni 2015 setelah pada sidang isbat kemarin dari seluruh titik pengamatan hilal menyatakan belum ada yang melihat hilal. Penetapan awal ramadhan ini sekaligus menjadikan rabu malam kemarin sebagai hari pertama melaksanakan salat tarawih.

Beberapa ormas islam seperti NU dan LDII juga menetapkan awal ramadhan sesuai dengan keputusan sidang isbat. Muhamdiyah yang pada tahun sebelumnya menetapkan awal ramadhan berbeda dengan keputusan sidang isbat kini mereka kompak dengan pemerintah.

Namun di indonesia ternyata masih ada ormas islam yang menetapkan 1 ramadhan berbeda dengan pemerintah salah satunya adalah Tarekat Syattariah, Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dewan Pimpinan Pusat Jamaah Tarekat Syattariah menetapkan awal ramadhan jatuh pada hari Jumat, 19 Juni 2015.

Kepastian ini mereka tetapkan setelah di delapan lokasi pengamatan hilal baru terlihat pada hari kamis (18 / 06 / 2015). Dalam menetapkan awal ramadhan, mereka menggunakan metode hisab takwim. Metode perhitungan hisab takwim yang mereka yakini ini masih menetapkan hari kamis ini termasuk bulan Syakban.

Tuanku Ismet, Pimpinan Jamaah Tarekat Syattariah, mengatakan untuk menentukan awal puasa atau awal ramadhan mereka berpatokan pada hisab takwim. Metode ini dilakukan dengan cara melihat bulan secara langsung. Dari hasil observasi hilal hari ini dengan mata telanjang, mereka baru melihat hilal pada pukul 18.05 WIB. Ini artinya mereka sudah pasti menetapkan awal ramadhan jatuh pada esok hari. Oleh sebab itu jamaah Tarekat Syattariah hari ini baru tarawih.

Beberapa jamah Tarekat Syattariah yang berasal dari berbagai daerah di propinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan propinsi Bengkulu datang langsung ke Jorong Galudua Koto Tuo, Kecamtan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk memastikan penetapan awal ramadhan.

Setelah Dewan Pimpinan Pusat jamaah Tarekat Syattariah menetapkan awal ramadhan jatuh pada esok hari mereka kemudian baru melaksanakan salat tarawih pada malam ini. Otomatis, nanti malam mereka juga akan melaksanakan makan sahur yang pertama di awal ramadhan untuk yang pertama kali. Sementara ormas islam lain yang mengikuti keputusan sidang isbat akan melaksanakan makan sahur yang kedua pada malam nanti.

Leave a Reply