Home >> Peristiwa >> Proses Evakuasi Korban Runtuhnya Tebing Pantai Sadranan Terhalang Ombak
proses evakuasi korban runtuhnya tebing pantai sadranan

Proses Evakuasi Korban Runtuhnya Tebing Pantai Sadranan Terhalang Ombak

Pantai Sadranan Gunung Kidul merupakan salah satu tempat tujuan yang asyik untuk berwisata. Deburan ombak yang dingin, semilir angin yang lembut dan tebing tinggi nan indah adalah pertunjukan alam yang disajikan oleh pantai sadranan. Keindahan alam pantai sadranan mampu menarik banyak wisatawan untuk berkunjung kesana.

Namun siapa yang mengira tebing indah yang berdiri tegap di pesisir pantai bakal tidak ramah terhadap pengunjung. Diberitakan pada hari Rabu kemarin (17 / 06 8 2015) sekitar pukul 15.00 WIB tebing pantai Sadranan mendadak runtuh dan jatuh di atas 10 wisatawan.

Kapolsek Tepus, AKP Yulianto, mengatakan menurut keterangan dari saksi peristiwa runtuhnya tebing pantai Sadranan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tebing tersebut tiba – tiba runtuh dan di saat kejadian ada sekitar 10 orang di bawahnya.

Pihak terkait yang mendapatkan laporan runtuhnya tebing pantai Sadranan kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban. Tim SAR gabungan berupaya keras untuk segera mengevakuasi korban. Namun sayang kondisi alam yang tidak ramah membuat proses evakuasi semakin sulit. Ombak besar yang datang memaksa tim SAR gabungan mengehentikan proses evakuasi sementara.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul, Sutaryono mengatakan,”proses evakuasi korban runtuhnya tebing pantai Sadranan terhalang ombak besar. Tim SAR gabungan menunggu hingga ombak kembali landai.” Dia memprediksi ombak kemungkinan akan kembali tenang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pagi ini pukul 04.20 WIB, tim SAR gabungan mendapatkan bantuan alat berat Backhoe tambahan untuk membantu proses evakuasi korban runtuhnya tebing pantai Sadranan. Dari proses evakuasi yang berjalan tadi pagi, tim berhasil mengangkat lagi satu korban dari himpitan runtuhan tebing. Korban kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit Wonosari.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korba sebanyak enam orang dari runtuhan tebing Sadranan. Dari keenam korban yang telah diangkat, hanya ada dua yang berhasil selamat sementara empat lainya sudah meninggal dunia.

Dua korban runtuhan tebing Sadranan yang berhasil selamat adalah Kasiyem, warga Karangmojo, Gunung Kidul, tulang kaki patah dan Ahmad Taufik, warga Logandeng, Ngablak, Srumbung, Magelang, paha kiri sobek dan tulang paha kiri patah.

Leave a Reply