Home >> Nasional >> Ridwan Kamil: PNS Dilarang Telat Meski Puasa

Ridwan Kamil: PNS Dilarang Telat Meski Puasa

Ridwan Kamil, Walikota Bandung meminta para pegawai negeri sipil (PNS) Pemertintah Kota Bandung untuk tetap memberikan pelayanan publik secara optimal selama bulan ramadhan nanti. Menurutnya tidak ada alasan kinerja PNS menurun meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan PNS dilarang telat untuk masuk kantor. Dia meminta agar para PNS Pemerintah Kota Bandung mengatur jam dengan baik. Jangan menjadikan puasa sebagai alasan untuk kinerja yang menurun.

Emil tidak memberikan rekomendasi untuk perubahan jam kerja selama bulan ramadhan. Jadi jam kerja pelayanan masyarakat tetap seperti biasanya, PNS masuk pada jam kerja 08.00 WIB pagi dan pulang pada pukul 16.00 WIB.

Emil juga tidak akan mengubah pola perekonomian di Kota Bandung. Dia mengizinkan para pedagang makanan untuk tetap berjualan di siang hari. Namun dengan catatan untuk tetap menghargai mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“tidak harus mengubah gaya hidup. Tidak ada larangan pula untuk tetap berdagang makanan di siang hari. Tetapi yang penting harus menghormati mereka yang menjalankan ibadah puasa,” kata Emil.

Kebijakan dari Emil ini berarti selama bulan ramadhan tidak ada yang perlu diubah baik dari jam kerja PNS maupun mengenai pola perekonomian. PNS tetap masuk seperti pada jam kerja biasanya. Sementara untuk pebisnis makanan tetap bisa menjual daganganya bahkan di siang hari. Intinya tidak ada yang berubah dengan gaya hidup selama bulan ramadhan, yang penting adalah bagaimana sikap kita menghormati mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Emil, “pola kerja di bulan ramadhan ini tidak berubah, semuanya tinggal menyesuaikan saja. Pengaruh fisik pasti ada tetapi tidak harus melakukan perubahan pada jam kerja PNS.” Tentu tujuan dari kebijakan Emil ini adalah supaya pelayanan terhadap masyarakat tetap bisa berjalan dengan lancar seperti biasanya.

Para pedagang makanan yang dipersilahkan untuk tetap berdagang juga menjadi isyarat bahwa tidak ada pelarangan atau sweeping terhadap mereka ketika menjual makanan di siang hari. Yang penting saling menghargai saja, ungkap emil.

Leave a Reply