Home >> Nasional >> Meningkatnya Jumlah Pengemis di Bulan Ramadhan

Meningkatnya Jumlah Pengemis di Bulan Ramadhan

Ramadhan tinggal menghitung jam, bulan penuh berkah ini juga menjadi momentum bagi para pengemis untuk meminta belas kasih. Sudah seperti menjadi tradisi bagi para pengemis yang selalu membludak jumlahnya ketika bulan ramadhan itu tiba. Tidak hanya di ibu kota saja yang kebanjiran pengemis bahkan di kota – kota lain juga mengalami hal yang sama. Seperti yang terjadi kota Bireuen, Aceh. Meningkatnya jumlah pengemis di bulan ramadhan ini membuat Kota Bireuen seperti dibanjiri pengemis.

Ratusan pengemis terlihat lalu lalang di jalan dan keluar masuk ke setiap toko. Para pengemis tersebut ada yang berasal dari darah sekitar ada pula yang datang dari kabupaten lain. Beberapa dari mereka adalah para pengemis yang sudah tua ada pula pengemis tuna netra. Beberapa dari mereka juga ditemani kerabat atau keluarga saat mengemis.

Salah seorang penjaga warnet, Agus, mengatakan meningkatnya jumlah pengemis juga terjadi di tiap tahun baik pada saat awal ramadhan maupun di akhir ramadhan. Dia mengaku menyayangkan kejadian ini dimana seharusnya pihak terkait menanganinya dengan baik.

Mengenai berapa banyak jumlah pengemis yang datang, dia sendiri tidak bisa memastikan jumlahnya. Menurutnya, sejak kemarin hingga hari ini hampir tiap 10 menit sekali ada saja pengemis yang datang ke warnetnya.

Hal yang sama juga dirasakan Baryati, pemilik usaha laundry. Dia bahkan dibikin kerepotan karena sebentar – sebentar harus melikhat ke luar karena dikirinya ada tamu atau pelanggan yang datang ke laundrynya.

Menurutnya, membantu sesama yang membutuhkan itu juga harus ikhlas apalgi di momen bulan ramadhan seperti sekarang ini. Tetapi dinas terkait juga harus memberikan perhatian kepada mereka.

Agus juga memiliki pendapat yang sama dengan Baryati. Dia juga merasa iba dengan keadaan para pengemis tersebut. Apalagi ketika yang datang adalah mereka yang benar – benar mengalami cacat fisik. Menurut pengakuanya, ada pengemis tuna netra yang sempat datang dan dibantu berjalan dengan kerabatnya. Melihat kondisi pengemis yang demikian, Agus juga merasa kasihan. Dia mengaku menyayangkan dengan dinas terkait yang tidak menanganinya dengan baik.

Leave a Reply