Home >> Hukum Kriminal >> Petugas Siapkan Lie Detector untuk Dua Tersangka Pembunuh Angeline

Petugas Siapkan Lie Detector untuk Dua Tersangka Pembunuh Angeline

Keterangan berbeda yang diberikan oleh Agusinus Tae Adamai kepada pihak kepolisian membuat penyelidikan kasus pembunuhan Agneline kiat memanas. Begitu pun setalah ditetapkanya ibu angkat Angeline, Margriet Megawe sebagai tersangka atas pelaporan kasus penelantaran anak dalam hal ini penelantaran terhadap Angeline. Untuk mendapatkan fakta yang lebih akurat, petugas siapkan lie detector untuk dua tersangka pembunuh Angeline.

Lie detector atau alat yang digunakan untuk mengetes kebohongan sengaja disiapkan oleh petugas supaya mempermudah petugas untuk mendalami keterangan yang diuraikan oleh masing – masing tersangka. Agus yang mengaku ke petugas dijanjikan imbalan uang sebesar Rp 2 miliar oleh Margriet untuk membunuh Angeline.

Atas keterangan Agus ini, polisi mencoba menelusuri adanya dugaan motif warisan dibalik pembunuhan Angeline. Anak angkat yang sah di mata hukum memang berhak mendapatkan warisan dari orang tua angkatnya. Begitu pun dengan Angeline. Dari infromasi yang berhasil di dapat, Angeline akan mendapatkan warisan sebesar 60 persen dari harta orang tua angkatnya.

Hingga kini polisi masih mendalami dugaan pembunuah Angeline terkait dengan warisanya. Pasalnya, sang ayah angkat telah meninggal jadi otomatis bocah 9 tahun ini juga bakal menerima harta warisanya.

Irjen anton Charliyan, Kepala Divisi Humas Polri, mengatakan pihaknya masih menyelidiki keterkaitan pembunuhan Angeline dengan harta warisanya. Polisi akan menyelidiki berapa warisan yang akan diterima Angeline sebenarnya. Apabila warisan Angeline tidak mencapi Rp 2 miliar maka tafsirkan sendiri, untuk apa memberikan uang sebesar Rp 2 miliar.

Kasus pembunuhan Angeline ini juga terkesan aneh. Setelah dilaporkan menghilang sejak 16 Mei 2015 lalu, kakak angkat Angeline membuat fans page khusus untuk Angeline. Dia kemudian menyebarkan berita terkait hilangnya adik angkatnya. Namun para netizen yang sudah menaruh perhatian juga mulai bertanya – bertanya kenapa di fans page tersebut jarang diangkat mengenai perkembangan hilangnya Angeline. Berita yang dipost malah terkesan seperti cerpen yang ingin diceritakan. Hal ini kemudian direspon negative oleh netizen yang mengikuti media social tersebut.

Respon netizen semakin menjadi ketika polisi berhasil menemukan Angeline yang sudah tidak bernyawa di rumah keluarga angkatnya sendiri. Sikap keluarga angkat Angeline yang menghalangi berbagai pihak untuk mengorek informasi terkesan menutup – nutupi kasus pembunuhan ini.

Kini dengan disipakanya alat pendeteksi kebohongan, petugas berharap semua keterangan yang diungkapkan para tersangka akan teruari dengan lebih jelas.

Leave a Reply