Home >> Hukum Kriminal >> Pelatih Paskibra Diringkus Usai Cabuli Empat Siswi

Pelatih Paskibra Diringkus Usai Cabuli Empat Siswi

Paskibra atau pasukan pengibar bendera biasanya dipersiapkan dengan matang beberapa bulan sebelum hari kemerdekaan tiba. Mereka biasanya dipilih dengan criteria khusus. Pelatihan yang ketat dan kedisiplinan tinggi juga diterapkan oleh sang pelatih. Fisik para peserta paskibra juga harus fit dan kuat. Gerakan antar satu orang dengan yang lain juga harus kompak dan kerjasama yang baik agar gerakanya bisa satu arah, satu langkah dan terpadu. Oleh sebab itu pelatih biasanya menerapkan berbagai aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh siswa atau siswi peserta paskibra.

Namun persiapan paskibra di salah satu lembaga pendidikan formal ini sedikit tercoreng karena aksi cabul seorang oknum guru nakal. Aksi bejat seorang oknum guru terjadi lagi di Jakarta. Kali ini pelatih paskibra, IW (29) sekaligus berprofesi sebagai guru honorer Sekolah Dasar Negeri di Jakarta Barat diringkus usai mendapatkan laporan terkait pencabulan yang telah dilakukanya terhadap empat siswinya.

Komisaris Besar Polisi Krishna, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menuturkan, “tersangka tindak pencabulan ini adalah seorang guru honorer SDN di Cengkareng, Jakarta Barat.”

Aksi bejat tersangka dilakukan dengan modus mengajak sisiwi untuk ikut latihan paskibra. Tersangka kemudian menyuruh siswi tersebut untuk istirahat dan mengikuti tes kesehatan. Tersangka memulai aksinya dengan membuka rok seragam sekolah korban. Bukanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tersangka malah melakukan kekerasan sesksual pada siswi sekolah tersebut.

Tersangka mengaku telah melakukan aksi bejat tersebut sejak bulan Maret hingga Mei 2015. Hingga kini, penyidik kepolisian masih mendalami keterangan tersangka untuk mengusut kasus pencabulan terhadap siswi sekolah peserta paskibra tersebut. Polisi berhasil menciduk tersangka setelah mendapat laporan dari salah satu guru sekolah tersebut.

Kekerasan seksual yang dilakukan oleh tersangka terhadap empat siswi paskibra ini bisa dikenai pasal 81 dan 82 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Tersangka bakalan kena ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

Para siswi paskibra korban pencabulan ini masih berusia antara 14 hingga 15 tahun. Atas aksi bejat tersangka kepada para korban, tersangka memang layak mempertanggung jawabkan perbuatanya sesuai dengan undang – undang yang berlaku.

Leave a Reply