Home >> Nasional >> PBNU Melarang Aksi Sweeping

PBNU Melarang Aksi Sweeping

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU melarang aksi sweeping saat bulan ramadhan. Segala bentuk aksi diluar wewenang yang bisa menimbulkan keresahan sebaiknya jangan dilakukan. Apalagi bulan suci ramadhan ini merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, janganlah melakukan aksi sweeping seenaknya sendiri karena aksi tersebut malah akan mengurangi makan kedamaian bulan suci ramadhan nan hikmat ini.

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, “kami meminta jangan lagi ada aksi sweeping atau semacamnya saat ramadhan.” Masyarakat indonesia kini sudah mempunyai kesadaran untuk saling menghormati bulan puasa, tambahnya.

Said menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk mencegah tindakan yang bisa menimbulkan konflik apaplagi aksi kekerasan yang bisa menimbulkan tawuran antar warga. Tujuanya tidak lain adalah untuk menciptakan kehidupan yang tentram, damai dan penuh ketenangan di saat ramadhan nanti.

Momentum bulan ramadhan seharusnya menjadi momen yang tepat untuk semua lapisan masyarakat menyatukan langkah untuk membangun negeri dengan perdamaian dan persaudaraan. Oleh sebab itu, sebaiknya menghindari tindakan destruktif yang bisa memancing keretakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sikap saling toleransi antar umat beragam bisa membuat ikatan yang kokoh untuk membangun negeri yang kuat. Jangan hanya karena mayoritas, kemudian di momen – momen tertentu seperti momen ramadhan sekarang ini menjadikan momen untuk melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas.

Selain PBNU yang melarang aksi sweeping, hal senada juga diserukan oleh Ahok, Gubernur DKI Jakarta. Ahok dengan tegas melarang ormas melakukan sweeping saat ramadhan nanti.

“di Jakarta tidak boleh ada aksi sweeping dari ormas manapun. Ormas tidak berhak, tidak ada urusan untuk melakukan sweeping. Ormas tidak boleh main hakim sendiri” kata Ahok.

Dia juga menegaskan, bagi ormas yang melakukan aksi sweeping akan ditindak dengan tegas. Aksi sweeping adalah wewenang dari pihak kepolisian dan diatur oleh peraturan yang ada. Jadi ormas tidak berhak melakukan aksi sweeping apalagi melakukan pengrusakan terhadap tempat hiburan. Pihak kepolisian sendiri telah berkoordinasi dengan pengusaha tempat hiburan malam untuk membatasi jam bukanya selama ramadhan.

Leave a Reply