Home >> Umum >> Pengeras Suara Masjid Supaya Diatur Saat Ramadhan

Pengeras Suara Masjid Supaya Diatur Saat Ramadhan

Datangnya bulan suci Ramadhan tinggal hitungan jari. Momen yang paling dinanti oleh umat islam ini biasanya disambut dengan penuh suka cita. Bahkan di dalam Ramadhan sendiri para umat islam selalu bersemangat menyerukan hari yang penuh berkah. Saking semangatnya, pengeras suara di masjid biasa di stel dengan volume yang lebih keras dari biasanya. Selain itu rekaman tilawah selalu diputar dengan pengeras suara masjid tanpa pandang waktu tidak peduli pagi, siang, malam bahkan sampai pagi lagi. Bisa dibayangkan dengan banyaknya masjid dan mushola di negeri ini seperti apa suara pengeras suara masjid bila diputar bersamaan.

Hal inilah kemudian yang membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan gagasanya terhadap pengeras suara masjid supaya diatur saat ramadhan nanti. Selain dampaknya bisa menghadirkan polusi suara juga bisa menunjukan sikap yang kurang toleran dalam berdakwah. Apalagi di Negara ini selain islam masih banyak pula pemeluk agama lain.

Kondisi seperti inilah yang membuat Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur mendesak agar pemerintah mengatur penggunaan pengeras suara masjid atau tempat ibadah. Hal ini juga diamini oleh Koordinator Presidium JIAD Jawa Timur, Aan Anshori, “Dewan Masjid Indonesia serta Pemerintah supaya mengatur penggunaan pengeras suara.”

Aan menambahkan untuk penggunaan pengeras suara masjid dan mushola idealnya cukup digunakan untuk adzan saja. Semangat untuk berdakwah memang harus tetapi sebagai umat islam saat ini, ada cara baru untuk mengobarkan semangat berdakwah yaitu dengan sikap saling toleransi.

Namun hal yang kontras muncul dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau lebih akrab dengan sapaan Gus Ipul. Menurutnya pemerintah seharusnya tidak perlu terlalu ikut campur dengan masalah pengeras suara ini.

Menurutnya, gagasan dari JK sebaiknya dijadikan sebagai masukan saja bagi semua takmir masjid. Adapun selanjutnya, masalah tersebut bisa didiskusikan bersama. Gus Ipul menambahkan tarhim dan pujian di masjid atau mushola itu merupakan bagian dari tradisi. Jadi kegiatan di masjid ini sudah sejak dulu dilakukan oleh kaum muslim.

Leave a Reply