Home >> Olahraga >> Cile Sukses Membungkam Ekuador di Laga Copa America

Cile Sukses Membungkam Ekuador di Laga Copa America

Laga Copa America 2015 sudah bergulir. Laga panas langung tersaji ketika tim tuan rumah Cile langsung berhadapan dengan Ekuador. Namun kans Cile sebagai tuan rumah didukung penuh oleh para pemain bintang yang bermain di liga top eropa seperti Alexis Sanches (Arsenal FC), Arturo Vidal (Juventus), Claudio Bravo (Barcelona) dan masih banyak lagi lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Bahkan legenda sepak bola yang masih hidup asal Argentina, Diego Armando Maradona menjagokan Cile sebagai calon kuat juara Copa America.

Laga antara Cile melawan Ekuador yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV swasta di Indonesia pada Jumat pagi ini (12/06) berlangsung alot dan menegangkan. Stadion terlihat penuh sesak oleh pendukung kedua kesebelasan. Namun pertandingan tetap berjalan dengan lancar hingga peluit panjang ditiup oleh wasit.

Satu menit setelah kick off babak pertama dimulai, Cile melalui striker berkecepatan tingginya, Alexis Sanches langsung membuka peluang. Dengan kemampuan sprintnya, dia langsung berlari diantara himpitan para pemain belakan Ekuador. Umpan terobosan yang sangat baik langsung diambilnya. Namun usaha pertamanya masih belum bisa membuahkan gol untuk Cile.

Serangan dari Cile tetap mengalir deras. Lagi, Alexis Sanches mendapatkan peluang yang sangat baik untuk merubah papan skor tetap usah keduanya kali ini juga masih belum berhasil. Bola yang dicongkelnya masih bisa dihalau oleh penjaga gawang Ekuador, Alexander Dominguez.

Ekuador bukan tanpa perlawanana. Mereka kemudian membalas serangan. Melalui Fidel Martinez, Ekuador berhasil membuat tuan rumah terkejut. Tetapi berkat penyelamtan akrobatik dari Claudio Bravo, penjaga gawang Cile, usaha Fidel Martinez berhasil digagalkan.

Alexis Sanches menjadi tumpuan serangan di 45 menit awal. Kerjasamanya dengan Isla hampir saja menjadi gol pembuka pada laga tersebut. Namun dewi fortuna masih belum menghampiri Cile. Usaha yang dilakukan Isla melebar dari gawang Ekuador.

Gelandang serang Juventus, Vidal, juga tidak mau kalah dengan pemain lainya. Usaha yang dilakukanya hampir berbuntut gol jika saja sepakanya bisa akurat melesat ke gawang Ekuador. Usaha keras Vidal yang gencar melancarkan serangan membuat barisan pemain belakang tak sengaja menjatuhkanya. Namun di mata wasit, jatuhnya Vidal adalah sebuah pelanggaran. Oleh karena itu Ekuador harus mendapatkan hukuman penalti. Vidal sendiri yang mengambil tendangan penalti tersebut.

Peluang emas lewat titik penalti benar – benar dia manfaatkan dengan baik. Dengan sepakan yang akurat ke arah sisi kiri gawang Ekuadar. Sang penjaga gawang, Alexander Dominguez meski melompat ke arah tepat namun masih belum bisa menjangkau bola yang dilepaskan oleh Vidal. Bola masuk dan berhasil mengubah papan skor menjadi 1 – 0 untuk keunggulan Cile.

Tertinggal satu gol, Ekuador berusaha keras membalasnya. Peluang terbaik Ekuador akhirnya muncul melalui bola mati. Namun sayangnya, sundulan dari Martinez masih belum membuat skor penyeimbang. Sundulanya hanya mengenai mistar gawang.

Cile akhirnya bisa mempertegas keunggulanya setelah Eduardo Vargas dengan tenang mampu menceploskan bola ke gawang Ekuador. Satu gol lagi untuk Cile mengubah papan skor menjadi 2 – 0. Usaha dari Vargas ini juga tidak luput dari aksi brilian Alexis Sanches yang berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang Ekuador.

Ketika sudah unggul 2 – 0, Cile malah harus kehilangan salah satu pemainya setelah Matias Fernandes mendapatkan hukuman kartu kuning kedua. Pemain ini sebenarnya juga baru masuk di babak kedua. Namun aksinya yang sedikit nakal terpaksa membuatnya diganjar dua kartu kuning.

Kehilangan satu pemain, membuat Cile lebih berhati – hati lagi ketika melancarkan serangan. Kondisi ini dimanfaatkan betul oleh Ekuador. Namun sayang, waktu tidak cukup bagi Ekuador untuk mengejar ketertinggalan mereka. Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit, skor 2 – 0 masih tetap untuk keunggulan Cile atas Ekuador.

Leave a Reply